Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memfasilitasi distribusi pangan melalui peran perusahaan umum daerah (perumda) untuk menekan risiko inflasi sebagai salah satu bentuk antisipasi dampak El Nino.

“Ketidakpastian cuaca yang disertai potensi El Nino kuat yang dapat mempengaruhi produksi pertanian,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Bali, Rabu.

- Inline Ads -

Ia mengatakan, selain soal distribusi pangan, perumda pangan juga berperan dalam optimalisasi kerja sama antardaerah sehingga daerah yang surplus komoditas pangan tertentu dapat mendistribusikan ke daerah yang minus pangan tersebut.

Untuk penyerapan, penyediaan dan pemasokan pangan di Bali misalnya telah dilaksanakan kerja sama antara Perumda Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung dengan Perumda Swatantra Kabupaten Buleleng dan Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar.

Ada juga kerja sama penyediaan pangan strategis antara Rumah Tani Nusantara dengan Perumda Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, perwakilan bank sentral di Bali itu terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali secara bulanan pada Juli 2026 Pulau Dewata mengalami deflasi sebesar minus 0,51 persen berbeda arah dibandingkan Juni yang mengalami inflasi sebesar 0,71 persen.

Deflasi itu dipengaruhi oleh periode panen beberapa komoditas hortikultura seperti bawang merah dan aneka cabai di Bali.

Adapun inflasi Bali secara tahunan menurun dari 3,27 persen pada Juni 2026 menjadi 2,42 persen.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan El Nino 2026 telah mencapai kategori kuat dan masih berpotensi meningkat menjadi sangat kuat, sehingga berisiko memicu musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan hasil analisis dasarian III-Juli 2026, BMKG menyebutkan El Nino intensitas kuat.

BMKG telah menerbitkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk dasarian I Agustus 2026 dengan kategori waspada di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Bali.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -