Top Ads



Denpasar (Redaksi) – Komisi XII DPR RI menyoroti ketahanan pasokan listrik di Bali sebagai salah satu aspek yang perlu diperkuat untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang berkelanjutan.

“Cadangan daya listrik di Bali saat ini relatif minim sehingga memerlukan perhatian agar sejalan dengan pengembangan pariwisata berbasis energi ramah lingkungan,” kata Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto saat berkunjung ke kawasan itu, dikutip dalam keterangan resmi di Denpasar, Sabtu,

- Inline Ads -

Menurut Sugeng, tingginya ketergantungan Bali pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi salah satu persoalan yang perlu diatasi, termasuk melalui pengembangan infrastruktur energi seperti Floating Storage Regasification Unit (FSRU) LNG Bali di kawasan Serangan.

Ia menegaskan setiap upaya meningkatkan keandalan pasokan listrik harus dilakukan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan aspirasi masyarakat setempat.

Selain aspek energi, Komisi XII DPR RI juga meninjau pengembangan investasi di KEK Kura Kura Bali.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Edy Junaidi mengatakan kawasan seluas hampir 500 hektare tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja sebagai bagian dari pengembangan investasi berkualitas.

Menurut Edy, kualitas investasi tidak hanya diukur dari nilai penanaman modal, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat dan ekosistem di sekitarnya.

Direktur PT Bali Turtle Island Development (BTID) Tuti Hadiputranto mengatakan pengembangan KEK Kura Kura Bali mengusung konsep destinasi pariwisata terintegrasi yang memadukan pelestarian lingkungan, budaya, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Ia menambahkan kawasan tersebut menerapkan berbagai upaya pelestarian lingkungan, antara lain penanaman sekitar 700.000 bibit pohon, pembangunan tujuh danau retensi, penggunaan konblok berpori untuk meningkatkan resapan air, serta penataan jaringan listrik dan telekomunikasi di bawah tanah.

Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Redaksi 2026

- Bottom Ads -