Top Ads

Tabanan – I Komang Gede Sanjaya menghadiri dan menyaksikan langsung penampilan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Wanita “Sanggar Gong Istri Kesari Mesari 108” dari Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, sebagai Duta Kabupaten Tabanan pada ajang Pesta Kesenian Bali XLVIII di Panggung Terbuka Ardha Candra, Senin (29/6). Kehadiran Bupati Sanjaya menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali.

Penampilan tersebut turut disaksikan Wayan Koster beserta jajaran. Bupati Sanjaya hadir didampingi jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah beserta para Asisten Setda Kabupaten Tabanan, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan yang mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Duta Kabupaten Tabanan yang tampil bersama Kabupaten Klungkung mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan para pecinta seni yang memadati arena pertunjukan.

Pementasan diawali dengan Tabuh Kreasi “Gedebong Belus”, komposisi musikal yang memadukan ritme, dinamika, tempo, hingga ekspresi sunyi dan hentakan yang kuat. Garapan tersebut menggambarkan semangat perjuangan Sang Sagung Ayu Wah yang gagah berani sekaligus mengajak masyarakat mengenang dan meneladani nilai perjuangan, keberanian, serta kemuliaan jiwa.

- Inline Ads -

Pertunjukan dilanjutkan dengan Tari Kreasi Semara Ratih yang terinspirasi dari program unggulan Pemerintah Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Sanjaya. Tarian tersebut menggambarkan komitmen pemerintah dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas sejak awal pernikahan sebagai fondasi lahirnya generasi unggul.

Sebagai penutup, Sandyagita “Jana Bali Kawista” menghadirkan pesan mengenai kesucian jiwa sebagai sumber kemuliaan hidup manusia. Melalui perpaduan gamelan dan tembang gegitaan yang berlandaskan nilai-nilai luhur Atma Kerthi, pertunjukan tersebut mengajak masyarakat menjaga ajaran Tri Hita Karana, mengamalkan nilai Sad Kerthi, serta bergotong royong mewujudkan sumber daya manusia Bali yang Aman, Unggul, dan Madani.

Usai menyaksikan seluruh rangkaian pertunjukan, Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman, penabuh, penari, pelatih, dan seluruh pihak yang telah mempersembahkan penampilan terbaik sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Tabanan di panggung seni terbesar di Bali.

Menurutnya, setiap karya yang ditampilkan tidak hanya menghadirkan kemegahan artistik, tetapi juga sarat pesan moral, nilai sejarah, dan filosofi kehidupan yang diwariskan para leluhur. Nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan penting dalam menjaga identitas budaya Bali sekaligus memperkuat eksistensi kesenian Tabanan melalui alunan Gong Kebyar.

“Besar harapan saya agar semangat berkesenian seperti ini terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Penampilan yang luar biasa ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga media edukasi yang menyampaikan pesan-pesan luhur, nilai sejarah, serta memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya Kabupaten Tabanan melalui alunan Gong Kebyar. Terima kasih kepada seluruh seniman yang telah memberikan penampilan terbaiknya untuk Tabanan,” ujar Sanjaya.

Ia berharap Kabupaten Tabanan terus melahirkan karya-karya seni berkualitas yang mampu memperkokoh jati diri budaya Bali sekaligus menginspirasi generasi penerus untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan warisan seni budaya daerah.

- Bottom Ads -