Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menggeser penyumbang inflasi yang selama ini dikontribusikan harga daging babi pada momen Hari Raya Galungan dan Kuningan, Juni 2026.

“Sebenarnya daging babi masih tinggi kenaikannya, cuma karena berbarengan dengan bensin yang kenaikannya lebih tinggi makanya dia kalah, kalau dilihat sumbangannya daging babi terhadap inflasi itu 0,02 persen, peringkat sembilan,” kata Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Rabu.

- Inline Ads -

Ia memaparkan selama Juni 2026, sebagian besar masyarakat Bali merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan, di mana umumnya komoditas daging babi, bahan pangan pokok, dan sarana upacara akan mengalami kenaikan permintaan.

Namun di bulan yang sama, tepatnya 10 Juni 2026 pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi yaitu kenaikan pada harga Pertamax dan Pertamax Green.

Kondisi ini menyebabkan Provinsi Bali mengalami inflasi bulan ke bulan sebesar 0,71 persen, dengan semua kelompok pengeluaran menyumbang inflasi dan penyumbang terbesar adalah Kelompok Transportasi dengan angka inflasi 2,81 persen dan menyumbang 0,3 persen terhadap total inflasi.

“Kemudian Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dengan inflasi sebesar 0,69 persen dan memberikan sumbangan sebesar 0,21 persen, dan yang ketiga Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya tercatat mengalami inflasi 0,93 persen dan menyumbang 0,09 persen terhadap total inflasi,” ujar Agus Gede.

Ketika BPS Bali membedah berdasarkan komoditasnya, komoditas utama penyumbang inflasi di Provinsi Bali adalah bensin yang mengalami inflasi 6,04 persen dengan sumbangan terhadap inflasi 0,31 persen.

Kemudian komoditas bawang merah mengalami inflasi 14,38 persen dan memberi sumbangan 0,10 persen, disusul komoditas bawang putih mengalami inflasi 15 persen dan memberi sumbangan 0,07 persen, lalu wortel, buncis, beras, pisang, minyak goreng dan daging babi yang memberi andil inflasi masing-masing 0,02 persen.

“Wortel, buncis, beras, pisang, minyak goreng dan daging babi masing-masing mengalami inflasi 35,21 persen, 24,87 persen, 0,39 persen, 5,58 persen, 1,01 persen dan 2,37 persen, sumbangannya dari 0,03 persen sampai dengan 0,02 persen,” ucap Kepala BPS Bali.

Dominasi komoditas bensin sebagai penyebab inflasi Bali tidak hanya melampaui momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan, sebab secara tahun ke tahun pada Juni 2026, komoditas tersebut juga menjadi pemberi andil terbesar atas inflasi dengan total 3,27 persen.

Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -