Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali mencatat omzet industri kecil menengah (IKM) kerajinan lokal di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 mencapai Rp5,95 miliar dalam setengah bulan pelaksanaan.

“Omzet per tanggal 13 hingga 29 Juni 2026 total Rp5.950.675.436,” ucap Kepala Disperindag Bali I Ngurah Wiryanatha di Denpasar, Selasa.

- Inline Ads -

Nilai Rp5,95 miliar ini dikumpulkan dari transaksi 124 pelaku IKM PKB 2026 yang menjual berbagai produk unggulan Bali. PKB XLVIII berlangsung pada 13Juni hingga 11 Juli 2026.

Sebelumnya, mereka yang mendapat kesempatan memamerkan produk kerajinan di area pameran Ksirarnawa dan sekitar Ardha Candra, Taman Budaya Art Centre itu merupakan IKM binaan yang dikurasi dan akhirnya bisa berjualan secara gratis selama sebulan.

Sebanyak 124 IKM tersebut tersebar dalam beberapa kategori produk kerajinan, yakni jenis tenun 29 peserta, perhiasan emas dan perak 19 peserta, kerajinan dan produk lainnya 43 peserta, busana 27 peserta, serta tas dan produk kulit lainnya enam peserta.

Selama 17 hari terhitung sejak 13 Juni, Disperindag Bali melihat produk paling tinggi membukukan transaksi adalah IKM Bara Silver dari Kabupaten Gianyar yang menjual produk perhiasan dan aksesoris mencapai Rp330.540.000.

Capaian positif itu diikuti oleh pelaku usaha-pelaku usaha perhiasan lainnya, kemudian disusul produk kerajinan tenun, busana, dan produk kecantikan, di mana rata-rata pencapaian masing-masing usaha di atas Rp10 juta.

Tingginya omzet dari 124 IKM ini, menurut Wiryanatha merupakan bukti bahwa produk kerajinan lokal memiliki peminat yang tinggi, serta penjualan di festival seni PKB 2026 tepat sebagai ajang strategis untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Bali.

Jika pada Pesta Kesenian Bali 2025  IKM mencatat transaksi hingga Rp12 miliar, Disperindag Bali berharap tahun ini dapat lebih meningkat.

Kendati tidak lebih tinggi dari tahun sebelumnya, menurut Wiryanatha yang terpenting para pelaku kerajinan lokal Bali itu mendapat keuntungan karena stan tidak berbayar dan produknya semakin dikenal karena setiap harinya ribuan masyarakat dan wisatawan hadir.

“Mudah-mudahan bisa lebih, namun patut dicatat, pelaksanaan PKB 2026 ini bertepatan dengan suasana Hari Raya Galungan dan Kuningan, kondisi masyarakat yang sedang melaksanakan hari raya ini sangat besar pengaruhnya terhadap kunjungan dan pembelian produk IKM di pameran,” tuturnya.

Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -