Denpasar (Tim Redaksi) – PT. PLN (Persero) UID Bali menyatakan telah mengoperasikan 143 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 94 lokasi di seluruh Bali guna mendukung mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan listrik.
General Manager PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho di Denpasar, Bali, Kamis, mengatakan kesiapan infrastruktur tersebut menjadi bukti komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beralih ke moda transportasi ramah lingkungan.
Hingga Juni 2026, PLN bersama mitra telah menghadirkan total 196 unit SPKLU di berbagai wilayah Bali.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 143 unit merupakan SPKLU yang dioperasikan PLN, sementara 53 unit lainnya dikelola oleh mitra untuk memperluas akses layanan pengisian daya kendaraan listrik di Pulau Dewata.
“PLN siap mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Bali. Dari sisi pasokan listrik maupun infrastruktur pengisian daya, kami terus melakukan penguatan agar masyarakat semakin nyaman menggunakan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Eric, sistem kelistrikan Bali saat ini masih memiliki cadangan daya yang memadai untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik.
Dengan jaringan SPKLU yang terus diperluas, pengguna kendaraan listrik kini dapat menemukan fasilitas pengisian daya rata-rata setiap 30 kilometer di berbagai wilayah Bali.
“Dengan infrastruktur yang telah tersedia saat ini, pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir saat bepergian di Bali. Rata-rata setiap sekitar 30 kilometer masyarakat dapat menemukan SPKLU untuk mengisi daya kendaraan mereka,” katanya.
Penguatan infrastruktur kendaraan listrik tersebut turut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Bisnis Forum Infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang digelar PLN UID Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali.
Forum ini menghadirkan perwakilan kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas percepatan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan mengatakan pengembangan kendaraan listrik merupakan bagian penting dalam mewujudkan Bali sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Saat ini jumlah kendaraan listrik roda empat di Bali telah melampaui 4.000 unit, sedangkan kendaraan listrik roda dua mendekati 12.000 unit.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai agar semakin banyak masyarakat beralih ke kendaraan listrik.
“Pengembangan infrastruktur pengisian daya menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Karena itu, sinergi antara pemerintah, PLN, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat agar pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Bali dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah PLN dalam memperluas jaringan SPKLU, termasuk pengoperasian pusat SPKLU di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, yang menyediakan berbagai layanan pengisian daya cepat dan menjadi salah satu fasilitas pengisian kendaraan listrik terlengkap di kawasan Indonesia timur.
Melalui forum tersebut, para peserta turut membahas strategi pengembangan infrastruktur kendaraan listrik, mulai dari aspek perizinan, tata ruang, peluang investasi hingga pola kerja sama bisnis.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















