Denpasar (Tim Redaksi) – Gubernur Bali Wayan Koster meminta warga Bali tetap tenang menghadapi situasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) karena pasokan dipastikan segera kembali normal dalam waktu dekat.
“Sebenarnya tidak perlu panik karena dipastikan pasokan itu tersedia dan cukup,” ucap Gubernur Koster usai menghadiri Pekan Iklim Bali 2026 di Denpasar, Selasa.
Hal tersebut disampaikannya menanggapi antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dimana menurut Koster antrean terjadi akibat kekhawatiran warga sehingga berbondong-bondong mengisi bahan bakar secara bersamaan.
Menurutnya, ketersediaan bahan bakar di depo utama saat ini sebenarnya sudah cukup tersedia yaitu di Manggis dan Sanggaran.
Meski demikian, ia mengakui kelancaran distribusi dari depo menuju ke SPBU cukup tersendat di jalan raya akibat kemacetan lalu lintas.
Lonjakan pengisian kendaraan secara serentak tersebut membuat suplai di SPBU cepat habis dan membutuhkan waktu bagi armada untuk bolak-balik mengisi ulang.
Walau terdapat kendala dalam distribusi BBM, Pemprov Bali memastikan bahwa tidak akan terjadi krisis bahan bakar berkepanjangan di wilayah Pulau Dewata.
“Untuk Bali saya pastikan untuk ke depan ini tidak, 1-2 hari mestinya sudah normal,” ujarnya.
Terkait spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai dugaan pengalihan pasokan untuk mendukung kegiatan di Mandalika, ia secara tegas menepis hal tersebut.
“Oh, tidak tahu saya tapi itu tidak ada, tidak ada hubungannya sama Mandalika,” kata dia.
Dengan meminta masyarakat tenang dan menunggu sedikit lagi, Gubernur Koster menjamin keamanan stok dan mempersilakan masyarakat untuk mengecek langsung ke lokasi penyimpanan.
“Aman, boleh dicek di Depo Manggis dan Sanggaran,” ucapnya.
Untuk diketahui dalam memperkuat penanganan kelangkaan BBM di lapangan, Gubernur Koster sebelumnya telah memanggil jajaran PT Pertamina Patra Niaga bersama Hiswana Migas dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster meminta Pertamina memperkuat pasokan dan mengoptimalkan distribusi Pertalite serta Pertamax secara ketat guna menjaga kondusivitas Bali di mata dunia.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pertamina mencatat rata-rata konsumsi harian Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kiloliter.
Untuk mengamankan ketersediaan, Pertamina Patra Niaga menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis dengan total muatan mencapai 26.200 kiloliter.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Koster minta warga Bali tenang BBM segera normal
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















