Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menambah alokasi satuan pendidikan penerima program revitalisasi di Provinsi Bali pada tahun 2026.

“Untuk tahun 2026, ada peningkatan yang sangat signifikan untuk revitalisasi di Provinsi Bali,” ucap Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan di SDN 15 Dangin Puri sebagai salah satu penerima program di Denpasar, Jumat.

- Inline Ads -

Peningkatan jumlah penerima bantuan revitalisasi ini mencakup seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali dengan total anggaran yang jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Mendikdasmen menyebut di Provinsi Bali secara keseluruhan, jumlah satuan pendidikan yang menerima revitalisasi pada 2026 meningkat menjadi 401 sekolah, menunjukkan lonjakan sangat signifikan jika dibandingkan dengan data tahun 2025 yang hanya mencakup 188 sekolah dengan anggaran sebesar Rp156,961 miliar.

“Untuk satuan pendidikan secara keseluruhan ada 401 sekolah, anggarannya Rp272,662 miliar,” ucapnya.

Selain itu, sekolah penerima revitalisasi di Bali juga dipastikan akan segera mendapatkan tambahan perangkat Interactive Flat Panel (IFP).

Meskipun pengadaan IFP tersebut saat ini masih dalam proses, Kemendikdasmen menargetkan setiap sekolah nantinya menerima tambahan sebanyak tiga unit perangkat interaktif.

Abdul Mu’ti memberi contoh program revitalisasi fisik ini merambah secara spesifik ke tingkat kabupaten/kota, salah satunya di Kabupaten Badung.

Untuk wilayah Kabupaten Badung, jumlah sekolah dari semua jenjang yang direvitalisasi pada 2026 meningkat menjadi 22 sekolah.

Alokasi anggaran yang digelontorkan untuk Kabupaten Badung pada tahun ini tercatat sebesar Rp16,689 miliar.

Ia menyebut angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2025 yang saat itu hanya mencakup sembilan satuan pendidikan dengan total bantuan senilai Rp11,224 miliar.

Peningkatan juga terjadi di Kota Denpasar yang mencatatkan penambahan jumlah sekolah penerima bantuan bangunan secara masif.

Revitalisasi di Kota Denpasar pada tahun 2026 menyasar 26 sekolah untuk semua jenjang pendidikan dengan total biaya mencapai Rp18,891 miliar.

Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencakup sembilan sekolah dengan total anggaran sebesar Rp6,139 miliar.

Pelaksanaan program revitalisasi sekolah menggunakan sistem swakelola yang diselenggarakan secara langsung oleh masing-masing satuan pendidikan.

Dengan itu, dampak positif dari program ini tidak hanya dirasakan pada mutu sarana prasarana, tetapi juga memberikan andil besar terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

“Ini menunjukkan bahwa revitalisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu satuan pendidikan, tapi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di daerah,” ujar Mendikdasmen.

Adapun jumlah tenaga kerja yang terserap di Provinsi Bali melonjak dari 2.649 orang pada tahun 2025 menjadi 5.580 orang pada tahun 2026.

Terkait teknis penyaluran dana, besaran alokasi per sekolah tidak memiliki batas maksimal baku melainkan disesuaikan sepenuhnya dengan tingkat kebutuhan di lapangan.

“Jadi ada, misalnya sekolah yang mendapatkan bantuan lebih besar, karena pendirian unit sekolah baru,” ucapnya.

Kemendikdasmen memprioritaskan penyaluran dana revitalisasi pada tahun 2026 bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana, berada di daerah 3T, serta mengalami kerusakan berat.

Atas bantuan program revitalisasi sekolah ini, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menyambut baik serta menyampaikan apresiasi tinggi atas kucuran dana yang diberikan pemerintah pusat untuk dunia pendidikan di Kota Denpasar.

“Nah, tentu ini juga sangat membantu kami di Kota Denpasar, apalagi di tahun 2026 totalnya mencapai Rp18 miliar, ada peningkatan yang sangat signifikan,” ujarnya.

Di SDN 15 Dangin Puri yang sedang dikunjungi, pemerintah menyalurkan bantuan Rp478 juta, dimana dana tersebut bisa untuk membangun empat ruang kelas dan penataan halaman serta kamar mandi.

Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -