Denpasar (Tim Redaksi) – Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat kunjungan wisatawan mancanegara asal Prancis mengalami lonjakan signifikan dan berhasil menyalip India pada Agustus 2026 secara bulanan.
“Prancis itu meningkat 20,42 persen dengan 41.937 kunjungan,” ucap Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Kamis.
Menurut Agus Gede, lonjakan yang mengubah pola tiga besar negara kunjungan tertinggi itu didorong oleh adanya liburan musim panas di Eropa akibat kondisi iklim yang sangat panas sehingga banyak warga Prancis memilih berlibur ke Bali.
Secara bulanan, Australia masih menduduki peringkat pertama kunjungan terbanyak dengan menyumbang 161.258 kunjungan atau 23,51 persen dari total wisman meski mengalami penurunan 7,61 persen akibat berakhirnya masa libur sekolah.
Sementara itu, paspor Tiongkok berada di posisi kedua dengan 47.613 kunjungan, disusul Prancis di posisi ketiga, India dengan 34.837 kunjungan di posisi keempat, serta Inggris di posisi kelima dengan 32.928 kunjungan.
Data BPS Bali mencatat peringkat lima besar tersebut berkontribusi besar karena mencakup hampir setengah dari total keseluruhan wisman yang berkunjung ke Bali pada Agustus 2026.
Tren positif dari negara-negara tersebut juga tecermin secara menyeluruh pada pergerakan kunjungan berdasarkan kawasan asal wisman.
Berdasarkan catatan BPS Bali, kawasan Eropa secara keseluruhan tercatat mengalami peningkatan tertinggi sebesar 4,92 persen dengan total mencapai 220.047 kunjungan.
Sebaliknya, beberapa kawasan lain justru mengalami penurunan, seperti kawasan Oceania yang turun 8,10 persen menjadi 179.641 kunjungan dan kawasan Asia yang turun tipis 0,71 persen menjadi 141.033 kunjungan.
Kawasan ASEAN tercatat naik 1,25 persen menjadi 55.939 kunjungan, kawasan Amerika turun 10,21 persen menjadi 35.524 kunjungan, serta Timur Tengah turun 17,87 persen menjadi 12.531 kunjungan.
Sementara itu, kawasan Afrika juga menunjukkan pertumbuhan positif yang cukup tinggi sebesar 15,74 persen dengan perolehan sebanyak 11.286 kunjungan.
Agus Gede menilai meningkatnya kunjungan dari kawasan Eropa ini memberikan warna tersendiri di tengah fokus pemerintah yang belakangan ini gencar menyasar pasar wisatawan jarak dekat atau short haul.
“Yang disasar oleh pemerintah yang jarak dekat untuk lebih memudahkan promosi dan segala macam, kemudian Eropa yang belum disasar bisa mengalami peningkatan, meningkatnya dominan karena Prancis soalnya ya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan dari benua biru itu merupakan kabar yang sangat baik karena wisatawan Eropa umumnya memiliki durasi tinggal lebih lama serta pengeluaran yang besar selama berwisata.
Secara keseluruhan, total kedatangan wisman ke Bali pada bulan Agustus 2026 sendiri tercatat mencapai 685.994 kunjungan atau mengalami penurunan 1,69 persen dibanding bulan sebelumnya.
Namun, jika dibandingkan secara tahunan, maka angka kunjungan pada Agustus 2026 ini justru tercatat lebih tinggi atau meningkat 0,46 persen.
Selain kondisi di bulan Agustus, BPS Bali juga menghitung akumulasi kunjungan wisman sepanjang Januari-Agustus 2026 dengan jumlah 4.586.959 kunjungan.
Jumlah secara kumulatif tersebut masih tercatat mengalami penurunan sekitar 1,62 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, wisman Australia tetap kokoh di peringkat pertama sebagai kontributor utama kunjungan wisman ke Pulau Dewata dengan jumlah 1.138.634 kunjungan.
Posisi kedua secara kumulatif ditempati oleh Tiongkok dengan 401.762 kunjungan, disusul India yang sebelumnya berada di posisi kedua kini bergeser ke posisi ketiga dengan catatan 352.510 kunjungan, keempat Inggris dengan 202.759 kunjungan wisman, dan Korea Selatan dengan 191.386 kunjungan.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















