Denpasar (Tim Redaksi) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bali menyebutkan pengelolaan barang milik negara (BMN) berkontribusi terhadap realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di Pulau Dewata sebesar Rp50 miliar per Agustus 2026.
Kepala Kanwil DJKN Bali dan Nusa Tenggara Arinto Setyo Mulyawan di Denpasar, Bali, Rabu, menjelaskan realisasi PNBP itu mencapai 74,8 persen dari target tahunan sebesar Rp66,9 miliar.
Meski begitu, realisasi PNBP dari BMN itu lebih rendah 19,85 persen jika dibandingkan realisasi periode sama 2025 mencapai Rp62,46 miliar.
Berdasarkan data Kanwil DJKN Bali, total nilai BMN di Bali per Agustus 2026 menyentuh Rp127,45 triliun.
Adapun nilai tersebut, kata dia, mewakili 1,79 persen dari total nilai BMN nasional mencapai Rp7.106 triliun.
Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, nilai BMN dan PNBP di Pulau Dewata merupakan yang tertinggi dibandingkan provinsi tetangga yaitu NTB dan NTT.
Di NTB, realisasi BMN mencapai Rp52,1 triliun dengan capaian Rp17,87 miliar.
Sedangkan NTT nilai BMN-nya mencapai Rp78,39 triliun dan realisasi PNBP mencapai Rp10,08 miliar.
Keberadaan BMN berkontribusi penting dalam mendukung pembangunan, layanan pemerintah dan prioritas strategis nasional.
DJKN Bali mencatat nilai aset tanah menjadi yang terbesar mencapai Rp97,82 triliun, kemudian gedung dan bangunan mencapai Rp11,23 triliun.
Selanjutnya, jalan, irigasi dan jaringan Rp10,27 triliun, peralatan dan mesin Rp4,69 triliun, konstruksi dalam pengerjaan Rp1,74 triliun, aset tak berwujud Rp1,48 triliun dan aset tetap lainnya Rp210 miliar.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memiliki nilai BMN terbesar yaitu mencapai Rp49,5 triliun, kemudian Kementerian Pertahanan sebesar Rp33,2 triliun.
Kemudian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi sebesar Rp13,8 triliun, Polri sebanyak Rp8,5 triliun, dan Kementerian Kesehatan Rp3,19 triliun.
Adapun PNBP dari BMN berdasarkan jenis per Agustus 2026 paling besar dari sektor lelang yaitu Rp32,2 miliar atau 64,32 persen, BMN sebesar Rp17,76 miliar atau 35,48 persen dan Rp101 juta lainnya berasal dari piutang negara.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















