Jakarta (Tim Redaksi) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa realisasi kredit usaha rakyat (KUR) sampai dengan akhir Agustus mencapai Rp234,17 triliun atau sekitar 71 persen dari plafon.
Ia mengatakan, pemerintah ingin mendorong produktivitas melalui program tersebut di mana total anggaran KUR pada tahun ini mendekati Rp290 triliun.
“Ini (realisasi KUR) termasuk juga kredit usaha rakyat untuk nelayan dan petani, kredit alsintan, ditambah lagi arahan Bapak Presiden untuk mendorong industri padat karya dan juga kredit bagi perumahan yang jumlahnya dinaikkan menjadi Rp50 triliun,” kata Airlangga dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan bahwa pemerintah juga mendorong program mandatori biodiesel B50, dengan realisasi pemanfaatan biodiesel mencapai 11,07 juta kiloliter (KL) hingga tengah September 2026.
Selain itu, pemerintah memberikan sejumlah insentif untuk mendorong harga packaging, khususnya plastik dan produk turunannya, melalui pemberian insentif bea masuk 0 persen untuk LPG.
Untuk industri pesawat terbang, pemerintah juga memberikan bea masuk 0 persen untuk suku cadang pesawat, sehingga biaya maintenance, repair, and overhaul (MRO) maupun biaya transportasi relatif dapat ditekan.
Airlangga mengingatkan bahwa ke depan, inflasi perlu diantisipasi terutama akibat dampak El Nino, cuaca ekstrem, dan bencana alam.
Pewarta: Rizka KhaerunnisaEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















