Badung, Bali (Tim Redaksi) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menekankan pentingnya perluasan investasi sektor hilirisasi guna menggenjot pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Pulau Dewata agar tidak bergantung kepada pariwisata.
“Bali memiliki sejumlah komoditas potensial untuk mendukung investasi non tersier,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di sela-sela forum ekonomi Balinomics triwulan II-2026 di Legian, Kabupaten Badung, Bali, Rabu.
Ia memaparkan potensi investasi hilirisasi itu di antaranya tanaman pangan, perkebunan dan peternakan sebagai investasi primer dan potensi lainnya di sisi sekunder yaitu industri makanan.
Menurut dia, diversifikasi investasi diperlukan mengingat geliat ekonomi Bali sebesar 98,56 persen bertumpu kepada sektor tersier yaitu berkaitan dengan aktivitas dan kebutuhan pariwisata seperti hotel, restoran, perumahan, kawasan industri dan perkantoran.
Akibatnya, dominan sebesar 64 persen investasi sektor tersier itu berkutat di tiga kabupaten/kota yaitu Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar (15 persen) dan 10 persen di Kota Denpasar atau dikenal kawasan Sarbagia.
Untuk memberi pemerataan peluang realisasi investasi itu, Achris mendorong konektivitas perlu diperkuat khususnya Bali Utara dan Bali Selatan.
Perwakilan bank sentral di Pulau Dewata itu menilai pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi yang hingga saat ini belum terealisasi, menjadi kunci penguatan konektivitas.
Selain tol, infrastruktur konektivitas lain yang dinilai menjadi kunci di antaranya yaitu rencana pengembangan angkutan massal berbasis kereta api sesuai yang tertera dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 2 tahun 2023.
Dalam pasal 20 ayat 2 perda itu, sistem jaringan kereta api itu yakni di kawasan perkotaan Sarbagia, koridor Bali Utara-Bali Selatan dan kereta api melingkar mengelilingi Bali.
Di sisi lain, lanjut dia, penguatan pengawasan investasi juga penting untuk mendorong investasi berkualitas.
Pasalnya, rendahnya minimal investasi warga negara asing menjadi risiko maraknya bisnis WNA tanpa pengawasan ketat.
BI mencatat pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II-2026 mencapai 5,78 persen di tengah gejolak krisis geopolitik global, naik dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,58 persen.
Adapun sektor pariwisata menguasai pangsa terbesar mencapai hampir 41 persen.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















