Denpasar (Tim Redaksi) – Penjualan listrik PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 5.487 gigawatt hour atau tumbuh 8,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring meningkatnya konsumsi aktivitas dunia usaha.
General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim di Denpasar, Rabu, mengatakan pertumbuhan konsumsi listrik tersebut menunjukkan kebutuhan energi di Bali terus mengalami peningkatan.
Pertumbuhan terutama ditopang oleh pelanggan dari berbagai sektor usaha yang membutuhkan pasokan listrik untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis.
“Hingga Agustus 2026, penjualan listrik PLN UID Bali telah mencapai sekitar 5.487 GWh atau tumbuh 8,48 persen,” ujar Ajrun.
Menurut Ajrun, salah satu kelompok pelanggan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut adalah pelanggan Tegangan Menengah (TM).
Saat ini, PLN UID Bali mencatat sebanyak 884 pelanggan tegangan menengah (TM) dengan total daya sekitar 822,33 megavolt ampere (MVA).
Sementara konsumsi listrik pelanggan TM telah mencapai lebih dari 1.131 GWh. Pelanggan tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari perhotelan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, industri, hingga transportasi dan logistik.
Peningkatan konsumsi listrik tersebut berjalan seiring dengan perkembangan kegiatan ekonomi. Ketika kapasitas usaha meningkat, kebutuhan listrik juga ikut bertambah, baik untuk operasional maupun ekspansi usaha.
Ajrun mengatakan PLN berupaya memastikan pertumbuhan kebutuhan energi tersebut dapat diantisipasi sejak awal. PLN tidak hanya memberikan layanan ketika pelanggan mengajukan sambungan baru atau penambahan daya, tetapi juga mendorong komunikasi dengan pelanggan terkait rencana pengembangan usaha.
“Setiap pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang membutuhkan tambahan daya untuk ekspansi, peningkatan kualitas dan keandalan, elektrifikasi, infrastruktur kendaraan listrik, efisiensi energi, digitalisasi, hingga kebutuhan energi hijau,” katanya.
Untuk memberikan fleksibilitas kepada pelanggan, PLN juga menyediakan sejumlah layanan yang dapat menyesuaikan kebutuhan energi dengan kondisi usaha. Salah satunya melalui layanan Suplemen Daya bagi pelanggan Tegangan Menengah yang mengalami peningkatan kebutuhan daya pada periode tertentu.
Sementara itu, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Bali Damayanti Wahyuningrum mengatakan layanan tersebut dapat menjadi alternatif bagi pelanggan yang belum membutuhkan penambahan daya secara permanen.
Selain layanan kelistrikan, PLN Group juga terus mengembangkan ekosistem solusi energi untuk mendukung kebutuhan dunia usaha. Solusi tersebut mencakup infrastruktur kendaraan listrik, pembangkit listrik tenaga surya atap, konektivitas, data center, Internet of Things (IoT), hingga efisiensi energi dan kebutuhan keberlanjutan.
Ia menjelaskan pertumbuhan kebutuhan listrik juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan perekonomian Bali.
Sementara itu, Deputi Direktur Ekonom Ahli Kelompok Perumusan KEKDA Provinsi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali Tri Setyoningsih menyampaikan, investasi merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Bali.
Kontribusi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) terhadap perekonomian Bali rata-rata berada di kisaran 30 persen. Meski demikian, investasi di Bali masih banyak terkonsentrasi pada sektor pariwisata.
Sejalan dengan meningkatnya investasi dan aktivitas usaha, kebutuhan energi diperkirakan terus menjadi bagian penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Bali. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan energi baru terbarukan sebagai sumber energi untuk mendukung kegiatan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Menurutnya, Bali memiliki potensi energi baru terbarukan, di antaranya tenaga surya lebih dari 4.000 MW, tenaga angin lebih dari 1.000 MW, serta mikrohidro dan biomassa/biogas yang masing-masing memiliki potensi lebih dari 200 MW.
PLN UID Bali menilai pertumbuhan konsumsi listrik menjadi indikator penting meningkatnya aktivitas ekonomi sekaligus tantangan untuk memastikan keandalan pasokan energi.
Karena itu, PLN terus memperkuat pelayanan dan membangun komunikasi dengan pelanggan agar kebutuhan listrik dapat dipersiapkan sejalan dengan pertumbuhan usaha.
Dengan penjualan listrik yang telah mencapai sekitar 5.487 GWh dan tumbuh 8,48 persen hingga Agustus 2026, PLN menegaskan kesiapan untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha. Pertumbuhan konsumsi listrik diharapkan berjalan beriringan dengan pertumbuhan sektor usaha sehingga turut memperkuat perekonomian Bali.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















