Denpasar (Redaksi) – Gubernur Bali Wayan Koster memastikan pembatalan penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak mengganggu jalur penerbangan internasional dari dan menuju Bali.
“Kalau yang berkaitan dengan penerbangan internasional yang ke Bali, sama sekali tidak ada gangguan, tetap berjalan lancar jadi tidak ada masalah,” ucap Koster usai Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar, Senin.
Ia menjelaskan, kendala penerbangan saat ini hanya melanda penerbangan domestik lantaran sebagian besar pergerakan penumpang menuju Bali berasal dari Bandara Soekarno-Hatta yang ditutup sementara.
Ditutupnya Bandara Soekarno-Hatta akibat abu vulkanik membuat rute dari dan menuju Jakarta, serta penerbangan daerah lain yang terhubung dari Jakarta, terhenti sementara.
Meski demikian ia memastikan penanganan calon penumpang terdampak di Bali telah ditangani dengan baik oleh pengelola bandara dan maskapai penerbangan.
“Sudah ditangani oleh pihak Angkasa Pura dan kemudian ada pengembalian dana tiket, dan penumpang sangat memahami situasi karena ini ada peristiwa alam, tidak bisa balik jadi menambah hari untuk menginap,” ujar Gubernur Koster.
Karena penerbangan internasional tidak terdampak, ia meyakini bahwa aktivitas vulkanik di Selat Sunda itu tidak berdampak ke sektor pariwisata, bahkan kunjungan masih di tren positif.
Namun, ia tidak memungkiri dari sisi wisatawan domestik mengalami penurunan signifikan akibat terganggunya rute penerbangan dari Jakarta yang selama ini mendominasi kedatangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
“Kalau yang domestik tentu saja ini terganggu, kan penerbangan ke Bali ini paling banyak dari Jakarta, ini sejak kemarin tapi hari ini saya belum cek, kemarin itu praktis mengalami penurunan jauh karena situasi normal sekitar 12 sampai 16 ribu orang domestik per hari,” kata dia.
Mengenai potensi pengalihan arus ke transportasi darat, Pemprov Bali melihat terdapat kendala antrean di Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk.
Namun hal itu bukan disebabkan oleh penyeberangan Gilimanuk di Bali, melainkan adanya proyek perluasan dermaga di Ketapang guna persiapan mudik Lebaran 2027.
“Yang di Gilimanuk, itu saya sudah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan memang ada pekerjaan di Ketapang, sehingga tentu saja ada pekerjaan fisik ada gangguan rute pasti tapi sudah berkurang masih kira-kira 4-5 km,” ujarnya.
Pemprov Bali berharap agar aktivitas erupsi dapat segera mereda sehingga lalu lintas udara kembali pulih.
Untuk diketahui berdasarkan data Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak Minggu (6/9) hingga siang ini setidaknya pembatalan dan pergeseran jam terbang mempengaruhi 108 penerbangan, khususnya pada konektivitas udara yang menghubungkan Pulau Dewata dengan beberapa titik krusial di Pulau Jawa.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.
















