Top Ads

Tabanan – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, atau yang akrab disapa Bunda Rai, melaksanakan penilaian Lomba Aku Hatinya PKK dalam rangkaian peringatan HKG PKK ke-54, Senin (24/8). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peninjauan dan pembinaan Lomba Telajakan serta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) TP Posyandu Provinsi Bali.

Roadshow tersebut menyasar seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan dan diawali di Kecamatan Tabanan serta Kecamatan Kediri. Di Kecamatan Tabanan, kegiatan berlangsung di Desa Sesandan dan SMK Bintang Persada, sementara di Kecamatan Kediri dilaksanakan di Banjar Sinjuana dan Banjar Dukuh, Desa Beraban, serta SMP Negeri 3 Kediri.

Bunda Rai didampingi Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan beserta jajaran pengurus, kepala perangkat daerah terkait, Camat Tabanan dan Kediri, Ketua TP PKK Kecamatan beserta jajaran, serta para Perbekel setempat. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembinaan sekaligus peninjauan terhadap berbagai inovasi masyarakat dan satuan pendidikan dalam mendukung program PKK dan pengelolaan lingkungan.

- Inline Ads -

Penilaian diawali di Desa Sesandan. Bunda Rai meninjau sejumlah inovasi yang dikembangkan masyarakat, di antaranya pemanfaatan lubang biopori dan pengolahan sampah organik rumah tangga menggunakan media pot yang dimodifikasi. Sampah organik tersebut dapat diproses sekaligus menjadi nutrisi bagi tanaman yang tumbuh di dalamnya.

Bunda Rai mengapresiasi inovasi tersebut dan mendorong agar bantuan bibit yang telah diberikan segera ditanam serta dimanfaatkan sebagai tanaman percontohan bagi masyarakat. Menurutnya, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat mendukung ketahanan sekaligus perekonomian keluarga.

“Bantuan-bantuan bibit yang sudah diberikan bisa digunakan sebagai percontohan bagi warga. Walaupun tidak banyak, tetapi sangat berpengaruh, apalagi dalam kondisi saat ini sangat bermanfaat untuk membantu perekonomian warga. Adanya lubang-lubang biopori juga harus dimanfaatkan dengan baik,” pesannya.

Melihat potensi lahan yang tersedia, Bunda Rai menilai program Aku Hatinya PKK di Desa Sesandan masih dapat dikembangkan lebih optimal. “Ini sudah bagus, semua tanaman yang dicari ada, terutama dengan lahan yang besar ini, hanya perlu ditata saja dengan baik,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa Aku Hatinya PKK bukan merupakan program baru, namun dapat memberikan hasil yang maksimal apabila diterapkan secara berkelanjutan dan disertai pembinaan rutin. Selain tanaman, pemanfaatan lahan di lokasi tersebut juga dilengkapi budidaya ikan lele, kandang ayam, serta tanaman penghasil madu murni kele-kele.

Roadshow kemudian berlanjut ke SMK Bintang Persada. Di sekolah tersebut, Bunda Rai melihat kreativitas siswa dalam mengembangkan inovasi ramah lingkungan, salah satunya Lerazym Clean, yaitu sabun cair ramah lingkungan berbahan dasar eco enzyme dan ekstrak buah lerak.

Eco enzyme tersebut berasal dari fermentasi limbah organik, khususnya sisa buah dan sayuran dari kegiatan MBG serta praktik siswa jurusan kuliner. Miss Gung Dyah, salah satu penggagas inovasi tersebut, menjelaskan bahwa proses fermentasi dilakukan selama tiga bulan.

“Fermentasi eco enzym selama 3 bulan yang biasanya dimanfaatkan untuk tanaman, kami manfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat sabun cair ramah lingkungan yang dibuat oleh siswa jurusan Farmasi,” ujar Miss Gung Dyah.

Ia menambahkan, sabun tersebut disebut ramah lingkungan karena tidak menggunakan proses dan bahan kimia. Produk itu juga telah digunakan di sekolah untuk mencuci perabotan hingga pakaian, khususnya yang berbahan Endek.

Kreativitas siswa SMK Bintang Persada mendapat apresiasi dari Bunda Rai dan jajaran. Ia mendorong agar inovasi tersebut terus dikembangkan, termasuk pemanfaatan limbah produksi menjadi berbagai kerajinan tangan yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis.

Selanjutnya, Bunda Rai meninjau kesiapan Lomba Telajakan di Banjar Sinjuana dan Banjar Dukuh, Desa Beraban, Kecamatan Kediri. Ia memberikan sejumlah arahan agar penataan lingkungan dapat dilakukan lebih maksimal. “Kebersihannya sudah dilakukan dengan baik, tinggal bagaimana penataannya bisa dibuat lebih tertata lagi,” pesannya.

Kunjungan terakhir dilakukan di SMP Negeri 3 Kediri untuk meninjau pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS). Sekolah tersebut mengembangkan inovasi Simponi (Sistem Pengelolaan Sampah Organik Non Organik Inovatif) dengan slogan ASA (Ada Sampah Ambil), termasuk mengolah sampah menjadi berbagai bentuk kerajinan.

Bunda Rai mengapresiasi keterlibatan aktif para siswa dalam menjaga lingkungan dan mengolah sampah menjadi produk yang memiliki manfaat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh komponen yang telah berpartisipasi dalam penilaian lomba serta mengembangkan berbagai inovasi pemanfaatan lingkungan dan pengelolaan sampah.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. Partisipasinya sudah baik, inovasi-inovasinya juga sudah bagus, dan mudah-mudahan bisa terus dikembangkan,” ujarnya.

- Bottom Ads -