Top Ads



Badung (Tim Redaksi) – Kementerian Perdagangan memperluas penetrasi pasar ekspor yaitu di Asia Tengah dan Afrika guna mendongkrak geliat perekonomian Tanah Air.

“Ini pasar besar yang harus kami optimalkan bersama,” kata Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri di sela melepas ekspor salak di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

- Inline Ads -

Upaya diversifikasi pasar itu diharapkan mendorong kinerja ekspor setelah pemerintah beberapa waktu lalu juga sudah meratifikasi perjanjian dagang yaitu kemitraan dagang Indonesia dan Uni Eropa yaitu EU-CEPA, Indonesia-Peru dan Indonesia-Kanada CEPA.

Ia menjelaskan, komoditas potensial yang bisa meningkatkan ekspor salah satunya adalah buah-buah tropis.

Meski begitu, ia meminta pelaku pasar untuk melakukan inovasi salah satunya mengolah produk mentah menjadi barang jadi atau hilirisasi agar mendatangkan dampak ekonomi berlipat ganda.

Bali misalnya, lanjut dia, memiliki potensi buah tropis untuk diekspor termasuk komoditas lain seperti kopi dan cokelat yang bisa diolah dan dikemas menjadi produk premium.

Perluasan pasar ekspor itu juga ditargetkan menjadi salah satu solusi mencermati kondisi perekonomian global yang terdampak perang dagang dan krisis geopolitik di Timur Tengah.

Ia menekankan untuk memperluas pangsa pasar itu tidak bisa dilakukan sendiri melainkan sinergi sejumlah pihak baik level pusat dan daerah.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, nilai ekspor Indonesia pada 2025 mencapai 282,91 miliar dolar AS atau naik dibandingkan 2024 mencapai 266,52 miliar dolar AS.

Adapun rata-rata tren pertumbuhan per tahun selama 2021-2025 mencapai 3,12 persen.

Sementara itu, lanjut dia, perdagangan Indonesia juga mencatatkan surplus yaitu periode Januari-Juni 2026 tercatat sebesar 3,58 miliar dolar AS.

Pada 2024, surplus perdagangan Indonesia mencapai 31 miliar dolar AS dan pada 2025 mencapai 41 miliar dolar AS.

Sedangkan untuk realisasi ekspor Indonesia pada 2026, kata dia, hingga saat ini sudah mencapai 280 miliar dolar AS dari target 315 miliar dolar AS.

Pewarta: RedaksiEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -