Top Ads



Denpasar (Tim Redaksi) – Provinsi Bali menyumbangkan Rp405,25 miliar untuk kas negara selama semester I-2026 dari pos pendapatan visa yang dikontribusikan oleh sektor pariwisata.

“Pendapatan visa menjadi realisasi terbesar dari jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kategori lainnya,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali Supendi di Denpasar, Bali, Kamis.

- Inline Ads -

Realisasi itu sebesar Rp402 miliar di antaranya berasal dari Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Kabupaten Badung, sebagai gerbang utama kedatangan wisatawan asing.

Meski terbilang besar, namun apabila dibandingkan periode sama 2025, PNBP jenis lainnya dari pendapatan visa itu turun.

Kantor Imigrasi Ngurah Rai misalnya pada semester I-2025 mencatatkan pendapatan visa mencapai Rp717,8 miliar.

Penurunan itu diperkirakan karena melambatnya pertumbuhan kedatangan wisatawan mancanegara seiring krisis geopolitik yang hingga saat ini masih terus berlangsung.

Selain pendapatan visa, Bali juga menyumbangkan Rp136,5 miliar dari pos pendapatan izin keimigrasian dan izin masuk kembali atau 65,6 persen dari target Rp207,9 miliar.

Badan Pusat Statistik (BPS) Bali belum merilis data terkait realisasi kunjungan wisatawan asing di Bali selama semester I-2026.

Adapun data terakhir kedatangan wisman di Bali yang dicatat BPS Bali sebanyak 2,59 juta pada periode Januari-Mei 2026, sebanyak 15.545 wisman di antaranya tiba di Pulau Dewata melalui jalur pelabuhan.

Jumlah kedatangan wisman itu turun 1,77 persen dibandingkan periode sama 2025 sebanyak 2,64 juta.

Secara umum PBNP kategori lainnya di Bali mencapai Rp1,01 triliun per semester I-2026 atau turun 21,53 persen dibandingkan periode sama 2026 mencapai Rp1,29 triliun.

DJPb Bali mencatat, PNBP kategori badan layanan umum (BLU) yang tumbuh positif yaitu Rp1,11 triliun, naik 22,34 persen dibandingkan periode sama 2025 mencapai Rp912 miliar.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -