Top Ads



Gianyar, Bali (Tim Redaksi) – Guru memiliki peran strategis sekaligus menjadi kunci dalam membangun budaya literasi keuangan di lingkungan sekolah guna membekali peserta didik menghadapi tantangan perkembangan ekosistem keuangan digital. 

Melalui pelatihan yang digelar PT. Bank Maybank Indonesia Tbk bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gianyar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Prestasi Junior Indonesia (PJI), sebanyak 80 guru dari 40 sekolah di Gianyar, Senin dipersiapkan menjadi agen perubahan bagi sekitar 2.000 siswa.

- Inline Ads -

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdikpora Kabupaten Gianyar I Gusti Putu Ngurah Adnyana mengatakan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks.

Selain kemampuan akademis, peserta didik juga harus memiliki kecakapan hidup, termasuk kemampuan mengelola keuangan secara cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam menanamkan kebiasaan tersebut melalui pembelajaran yang kreatif dan kontekstual. 

Guru dapat membimbing siswa memahami pentingnya menabung, menyusun skala prioritas kebutuhan, mengenali produk dan layanan keuangan yang legal, serta menghindari berbagai bentuk penipuan dan investasi ilegal yang marak di era digital.

“Program ini menjadi langkah awal yang sangat penting untuk memperkuat kapasitas guru sebagai agen perubahan di sekolah. Kami berharap literasi keuangan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari peserta didik,” ujarnya.

Ngurah Adnyana menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gianyar berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, relevan dengan perkembangan zaman, serta mampu membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, adaptif, dan memiliki kecakapan dalam mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Head of Sustainability PT Bank Maybank Indonesia Maria Trifanny Fransiska mengatakan pembentukan kebiasaan mengelola keuangan sejak dini menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda di tengah pesatnya perkembangan ekosistem keuangan digital.

Ia mengungkapkan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, tingkat literasi keuangan pelajar baru mencapai 61,76 persen, masih berada di bawah rata-rata nasional sebesar 66,46 persen. 

Di sisi lain, anak-anak semakin rentan terhadap risiko keuangan digital, perilaku konsumtif, dan pengeluaran impulsif.

Melalui program MELAIB (Melek Literasi dan Aksi Finansial Bersama) kata Maria, Maybank Indonesia berupaya membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap bijak dalam mengelola keuangan melalui metode pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami.

Program tersebut juga membekali guru agar mampu mengintegrasikan materi literasi keuangan secara berkelanjutan di sekolah.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia Utami Anita Herawati menambahkan literasi keuangan tidak hanya mengajarkan anak menghitung uang atau menabung, tetapi juga membangun karakter, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan.

Menurutnya, anak-anak perlu dibiasakan membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta memahami konsekuensi dari setiap keputusan keuangan sejak usia dini. Kebiasaan tersebut tidak dapat dibentuk secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan dengan dukungan guru dan orang tua.

Utami berharap para guru yang mengikuti pelatihan dapat menerapkan modul pembelajaran yang diberikan di kelas sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan oleh sekitar 2.000 siswa yang menjadi sasaran awal, tetapi juga menyebar ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Anak-anak diharapkan menjadi duta literasi keuangan di keluarganya. Mereka bukan hanya memahami cara mengelola uang, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia menegaskan keberhasilan program bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, sekolah, hingga organisasi masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan budaya literasi keuangan yang berkelanjutan di Gianyar dan menjadi contoh bagi daerah lain.

Pewarta: Rolandus NampuEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -