Denpasar (Tim Redaksi) – Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi di Bali menyambut penurunan harga sebesar Rp4.000 hingga Rp8.000 per tabung di wilayah Bali.
“Stok LPG nonsubsidi di seluruh jaringan agen dan pangkalan resmi di Bali aman,” kata Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi di Denpasar, Rabu.
Adapun produk LPG nonsubsidi Bright Gas ukuran 12 kilogram turun sebesar Rp8.000 per tabung dari Rp228.000 menjadi Rp220.000.
Kemudian ukuran 5,5 kilogram turun sebesar Rp4.000 dari Rp107.000 menjadi Rp103.000.
Konsumen, kata dia, dapat menikmati harga tersebut di pangkalan resmi termasuk SPBU yang menjual sesuai harga tersebut.
“Kami imbau konsumen membeli LPG di lembaga penyalur resmi guna memperoleh produk yang terjamin kualitas, keamanan, dan harganya sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ahad menjelaskan penyesuaian harga yang berlaku pada 14 Juli 2026 itu dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala terhadap harga produk LPG nonsubsidi dengan mempertimbangkan perkembangan harga energi dan kondisi pasar.
Menurut dia, kebijakan yang dilakukan secara berkala itu untuk menjaga keberlanjutan layanan dan keandalan pasokan LPG nonsubsidi kepada masyarakat.
Dalam melakukan penyesuaian harga, pihaknya mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perkembangan harga energi dan biaya pengadaan.
“Kami berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan LPG nonsubsidi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” imbuhnya.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















