Denpasar, Bali (Tim Redaksi) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menilai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Keuangan Internasional di Pulau Dewata berpotensial meningkatkan wisata bisnis (business leisure).
“Penunjukan Bali sebagai KEK finansial berpotensi meningkatkan business leisure (bleisure),” kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Yusuf Wicaksono di Denpasar, Bali, Kamis.
Segmentasi wisata yang menggabungkan pariwisata dan aktivitas bisnis diharapkan mendatangkan wisatawan yang berkualitas baik dari sisi belanja dan juga lama tinggal di Bali.
Ia mengharapkan wisata bisnis itu merupakan bagian yang memperkuat diversifikasi produk pariwisata dengan nilai ekonomi tinggi untuk jangka menengah dan panjang.
KEK Kura Kura di Desa Serangan, Kota Denpasar, diperkirakan menjadi lokasi pusat keuangan tersebut.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Bali disiapkan menjadi lokasi KEK finansial itu bahkan berpeluang menjadi tiga pusat keuangan internasional.
Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan regulasi dan infrastruktur pendukung KEK finansial itu.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pariwisata mencatat pada 2025, sebanyak 7,05 juta orang wisatawan mancanegara berkunjung di Bali atau naik dibandingkan 2024 sebesar 6,33 juta orang.
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat pengeluaran wisatawan asing di Bali pada 2025 diperkirakan sekitar Rp2,11 juta per malam, meningkat dibandingkan 2024 mencapai Rp2,05 juta.
Meski nampak naik, namun nominal tersebut menyesuaikan penguatan nilai tukar dolar AS.
Sedangkan, BPS Bali mencatat rata-rata lama kunjungan wisatawan mancanegara yang tujuan utamanya ke Bali pada 2025 mencapai hampir 12 malam, atau turun dibandingkan 2024 mencapai hampir 13 malam.
Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Perry Markus menjelaskan saat ini pariwisata Bali mengejar kualitas baik dalam nilai atau manfaat ekonomi, pelayanan berkualitas, tinggal lebih lama, berkelanjutan serta berdampak positif.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















