Top Ads



Tabanan (Redaksi) – Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu sebagai kegiatan penggerak ekonomi rakyat yang akan berlangsung hingga Minggu (21/6).

“Ketika banyak orang datang ke Desa Jatiluwih, tentu berdampak terhadap ekonominya, berdampak kepada pariwisata, semua, maka dari itu kegiatan ini adalah penggerak ekonomi rakyat,” kata Sanjaya di Tabanan, Sabtu.

- Inline Ads -

Sanjaya saat membuka Festival Jatiluwih yang dirangkaikan dengan Bali Tourism Run menuju 100 Tahun Pariwisata Bali memandang efek ganda bagi masyarakat sekitar akan sangat besar.

Mulai dari petani, hasil pertanian seperti beras mereka akan laku keras dibeli wisatawan atau peserta festival hingga restoran atau warung makan sekitar, belum lagi hasil pertanian lainnya sebagai bahan baku untuk usaha kuliner atau milik UMKM.

Selama dua hari pelaksanaan Festival Jatiluwih pada 20-21 Juni 2026, para penari juga akan berias sehingga mendukung usaha tata rias warga, sampai seniman mendekorasi Jatiluwih sehingga seluruh masyarakat berbagai bidang memperoleh dampak ekonomi dari ajang ini.

“Maka dari itu dengan festival ini selalu kita tingkatkan jumlah orang datang ke sini untuk melihat keunikan dan panoramanya, bukan kita mengejar penghargaan, tapi bagaimana memberi dampak untuk masyarakat yang paling bawah, harus terdampak terhadap ekonomi rakyat sekitarnya,” ujar orang nomor satu di Pemkab Tabanan itu.

Ketua Panitia Festival Jatiluwih John Ketut Purna menambahkan efek ganda dari festival tahun ini sangat terasa karena dibantu gelaran lari santai Bali Tourism Run.

“Efek ganda otomatis terdampak sekali bagi masyarakat Jatiluwih, semua hotel, penginapan, homestay warga penuh, bayangkan bagaimana dampaknya ke warung-warung kecil, restoran kecil, restoran yang besar juga akan banyak sekali pengaruhnya,” ujar John.

Di puluhan akomodasi yang biasanya okupansinya di bawah 50 persen, tercatat hari ini hampir menyentuh 100 persen didominasi oleh peserta lari santai yang berjumlah hampir 2.000 orang.

“Masyarakat bersyukur tapi memang persiapan dari masyarakat dengan 2.000 kunjungan pelari ke Jatiluwih memang belum terbiasa, tapi saya yakin acara ke depan masyarakat lebih terbiasa dan semakin siap, apalagi sekarang kunjungan domestik meningkat dari awalnya hanya 10 persen sekarang 50:50 dengan wisman,” tuturnya.

Festival Jatiluwih sendiri menghadirkan festival alam dan budaya, pengunjung akan disuguhi aktivitas pertanian, pameran UMKM kuliner dan produk lokal, dan terbaru lari santai menyusuri subak berstatus warisan budaya UNESCO.

 

 

Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Redaksi 2026

- Bottom Ads -