Menurut Ekhsan, tak hanya wisatawan domestik, turis asing pun menunjukkan kebiasaan serupa. Banyak diantaranya memanfaatkan layanan pengiriman internasional untuk mengirimkan produk khas Bali ke negara asal, mulai dari kerajinan tangan, aksesoris, fesyen, hingga suplemen lokal.
“Banyak turis asing yang tinggal cukup lama di Bali lalu mengirimkan produk lokal ke keluarga atau teman di negara asalnya, biasanya kirim ke Australia, Malaysia, Singapura. Customer juga memberikan testimoni positif, baik domestik maupun internasional, kirimannya cepat dan aman katanya,” terang dia.
Ekhsan mengatakan, tingginya kebutuhan pengiriman dari wisatawan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi Ekhsan yang telah bergabung menjadi agen Lion Parcel di Bali sejak 2021.
Menurut dia, didukung lokasi usaha yang strategis, upaya promosi seperti penyebaran brosur, hingga peningkatan visibilitas di platform digital, usaha yang dijalankannya semakin dikenal. Pelayanan yang responsif juga menjadi salah satu faktor penting yang membuat pelanggan kembali menggunakan jasanya.
“Bersyukur bisnis ini berkembang pesat. Saya melihat logistik sebagai bisnis yang potensial dan sangat dibutuhkan, terutama di daerah dengan aktivitas wisata yang tinggi seperti Bali. Selain permintaannya terus ada, sistem kemitraan dan komisi yang ditawarkan Lion Parcel juga memberikan peluang yang baik bagi kami para agen untuk terus berkembang,” jelas Ekhsan.
Sementara itu, Chief Retail Officer Lion Parcel Febri Andika menyampaikan, logistik kini menjadi bagian yang semakin dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk sektor pariwisata.
“Mobilitas wisatawan yang tinggi turut menciptakan kebutuhan pengiriman yang terus meningkat,” jelas Febri.
















