Top Ads

Tabanan – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya kembali turun langsung menyapa dan membantu masyarakat melalui aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Barat, Rabu (13/5). Kegiatan yang dipusatkan di Desa Pujungan, Pajahan, Pupuan, serta Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat itu menyasar hampir seluruh lapisan masyarakat melalui bantuan sosial, edukasi kesehatan, hingga penguatan kesadaran lingkungan.

Sejak pagi, Bunda Rai bersama jajaran TP PKK Kabupaten Tabanan, perangkat daerah terkait, dan kader PKK setempat aktif menyapa masyarakat. Kehadirannya tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui pendekatan langsung di lapangan.

Mengawali kegiatan, Bunda Rai mengunjungi TK Dharma Bakti Kecamatan Pupuan dalam kapasitasnya sebagai Bunda PAUD. Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 100 siswa PAUD serta bantuan alat permainan edukatif (APE) luar ruangan berupa menara terowongan dan tangga titian kepada lima PAUD swasta.

- Inline Ads -

Bunda Rai juga berinteraksi langsung dengan anak-anak dan menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak usia dini menjadi prioritas penting dalam membangun generasi masa depan. “Kehadiran saya di sini adalah bentuk kerinduan saya kepada anak-anak. Saya merasa sangat bahagia bisa berbagi dan memberikan perhatian melalui PMT dan APE. Ini adalah salah satu upaya kita bersama dalam mencegah stunting sejak dini. Saya berharap orang tua dan guru terus mengarahkan anak-anak untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan ceria,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program PMT terus digulirkan secara rutin di seluruh kecamatan di Tabanan sebagai bentuk komitmen berkelanjutan pemerintah daerah. Sementara bantuan APE diharapkan mampu menciptakan ruang bermain yang lebih variatif dan menyenangkan bagi anak-anak. Bunda Rai juga menekankan pentingnya penerapan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” sebagai fondasi pembentukan karakter sejak dini.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di Wantilan Desa Pupuan sebagai pusat penyaluran bantuan utama. Bantuan diberikan kepada 10 ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), 15 penyandang disabilitas, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 6 penderita kanker, serta 70 kader PKK kurang mampu. Selain itu, diserahkan pula bantuan tambahan berupa sembilan alat bantu dengar dan dua tripod.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bunda Rai juga meresmikan bedah kamar ODGJ milik I Komang Arsana di Desa Pajahan melalui pemotongan pita, penyerahan kunci, dan pemberian bantuan sembako.

Memasuki siang hari, kegiatan berlanjut ke Desa Tiyinggading, Kecamatan Selemadeg Barat. Bantuan kembali disalurkan kepada 10 ibu hamil KEK, 15 penyandang disabilitas, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 5 penderita kanker, 55 kader PKK kurang mampu, serta 100 anak TK penerima PMT. Bantuan tambahan berupa satu tripod, dua kursi roda, dan dua walker juga diberikan kepada penerima yang membutuhkan.

Adapun paket bantuan yang diterima masyarakat meliputi 20 kilogram beras, tiga kotak susu kalsium, tiga kotak susu balita, tiga kotak susu ibu hamil, tiga kilogram kacang hijau, lima kilogram telur, serta minyak goreng sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Selain bantuan sosial, Bunda Rai juga memperkuat edukasi lingkungan melalui pembagian 150 alat dan pelubang biopori sekaligus mempraktikkan langsung penggunaannya di rumah warga. Ia mengajak masyarakat mulai mengelola sampah dari sumbernya, khususnya di tingkat rumah tangga.

Dalam sambutannya, Bunda Rai menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TP PKK Kabupaten Tabanan untuk menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Tabanan. “Kegiatan ini rutin kami lakukan secara roadshow ke seluruh kecamatan. Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi ini adalah bentuk kepedulian kami untuk memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat. Kami ingin hadir langsung, menyapa, dan mengajak masyarakat bersama-sama membangun Tabanan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perannya sebagai Duta PADAS (Palemahan Kedas) dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Menurutnya, penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga, terutama oleh ibu-ibu sebagai penggerak utama keluarga.

“Pengelolaan sampah ini penting, tidak hanya untuk kebersihan, tetapi juga sebagai langkah preventif mencegah bencana seperti banjir. Bahkan hasil olahan sampah bisa dimanfaatkan untuk mendukung program Aku Hatinya PKK,” tambahnya.

Selain itu, selaku Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Bunda Rai turut mensosialisasikan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini mencakup layanan lebih luas mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, hingga perlindungan masyarakat. Ia berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan dasar secara terpadu.

Melalui keterlibatan langsung di setiap titik kegiatan, Bunda Rai kembali menegaskan bahwa program “Bergerak dan Berbagi” bukan hanya tentang bantuan, tetapi juga tentang kehadiran, kepedulian, dan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tabanan secara berkelanjutan.

Kepala TK Dharma Bakti Anak Agung Ayu Wiwik Sagita Ningrum menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada pendidikan anak usia dini. “Kehadiran Bunda PAUD merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap tumbuh kembang anak usia dini. Bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang sehat dan menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Pupuan Ni Ketut Astutiyani menilai kegiatan tersebut sebagai wujud nyata perhatian dan semangat gotong royong kepada masyarakat. “Kami yakin kegiatan ini membawa manfaat besar dan menjadi penyemangat bagi masyarakat. Ini adalah bentuk cinta kasih yang mempererat kebersamaan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua TP PKK Kecamatan Selemadeg Barat Dwi Wahani yang mengaku bangga dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya. “Kehadiran ibu menjadi semangat bagi kami dan para kader PKK. Kegiatan ini memperkuat empati, solidaritas, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tuturnya.

- Bottom Ads -