Top Ads



Badung (Tim Redaksi) – Pemerintah Kabupaten Badung memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi.

“Kami berharap koordinasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi,” ujar Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta di Mangupura, Kamis.

- Inline Ads -

Ia mengatakan Pemkab Badung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat akan memperketat pemantauan harga, memastikan kelancaran distribusi, serta mengoptimalkan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Sebagai bentuk perlindungan daya beli, Pemkab Badung juga menyalurkan bantuan stimulus sebesar Rp2 juta per kepala keluarga (KK) bagi umat Muslim yang merayakan Idul Fitri.

Wabup Bagus Alit Sucipta mengatakan pemerintah kabupaten mengapresiasi kinerja TPID yang berhasil menjaga stabilitas ekonomi. Sepanjang 2025, inflasi Kabupaten Badung tercatat sebesar 2,37 persen yang lebih rendah dari angka inflasi tingkat provinsi maupun nasional.

Berdasarkan data BPS per 2 Maret 2026, inflasi Februari 2026 di Badung tercatat 1,04 persen (month-to-month) dengan angka year-on-year sebesar 3,06 persen.

Angka tersebut menempatkan Kabupaten Badung sebagai wilayah dengan inflasi terendah dibandingkan kabupaten/kota lain di Bali.

“Capaian ini menunjukkan bahwa koordinasi dan langkah pengendalian berjalan efektif. Namun kami tetap harus meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan,” kata Wabup Bagus Alit Sucipta.

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -