Badung (Tim Redaksi) – Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, mengakselerasi pembangunan infrastruktur yang inklusif di wilayah Kuta Selatan sebagai salah satu kawasan pariwisata di Badung.
“Kami berkomitmen dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan sebagai pilar utama pariwisata yang berkualitas,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat Musrenbang RKPD Kuta Selatan di Badung, Senin.
Ia mengatakan tanpa adanya infrastruktur jalan yang memadai, maka pariwisata di wilayah Badung akan menghadapi tantangan serius dengan keluhan kemacetan dari warga dan wisatawan.
“Pembangunan ini tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan asli daerah,” katanya.
Bupati Adi Arnawa menjelaskan Pemkab Badung telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 triliun khusus untuk infrastruktur.
Salah satu proyek yang disiapkan adalah pembangunan Underpass Simpang Udayana dengan estimasi anggaran Rp350 miliar yang saat ini dalam tahap pembebasan lahan melalui kolaborasi lintas pemerintah.
“Selain itu, pada APBD Perubahan 2026 kami telah menyiapkan tambahan anggaran Rp127 miliar untuk pembebasan lahan jalan lingkar barat menuju Udayana. Skema rekayasa lalu lintas satu arah juga akan diterapkan untuk mengurai titik konflik kendaraan,” ujar dia.
Ia mengungkapkan pemerintah kabupaten juga memberikan perhatian serius pada krisis air bersih di wilayah itu.
Pemkab Badung menargetkan distribusi air di Kuta Selatan mulai stabil pada Februari 2026 melalui penambahan pompa dan optimalisasi jaringan PDAM.
“Kami juga akan mendorong penggunaan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk kebutuhan industri dan pariwisata, sehingga air permukaan bisa diprioritaskan bagi kebutuhan masyarakat dengan tarif yang lebih terjangkau,” kata Bupati Adi Arnawa.
Ia menambahkan Pemkab Badung juga mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber melalui TPS3R dan fasilitas Teba Modern.
















