Top Ads



Nusa Dua, Bali (Tim Redaksi) –

BUMN PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) meningkatkan kapasitas para pedagang pantai di kawasan wisata Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, untuk mendukung pertumbuhan industri pariwisata.

- Inline Ads -

“Pedagang pantai memiliki peran penting sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan wisatawan,” kata Vice President Commercial and Relation ITDC The Nusa Dua Made Purnama Damayanti di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu.

Sebanyak 30 orang pedagang yang tergabung dalam perkumpulan atau paguyuban yaitu Koperasi Unit Desa (KUD) Yasa Segara Bengiat, Paguyuban Mertha Segara, dan Paguyuban Sekar Nusa mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas.

Mereka mendapatkan tambahan pengetahuan terkait keberlanjutan dan inisiatif pariwisata hijau, keahlian berkomunikasi untuk sektor pariwisata, dan pencegahan pelecehan seksual, dengan materi yang menyesuaikan standar pariwisata global.

“Pelatihan ini merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas layanan, lingkungan, serta citra the Nusa Dua,” ucapnya.

Peningkatan kapasitas para pedagang dilakukan bersama dengan hotel BUMN Merusaka sebagai bagian meningkatkan layanan, keramahan dan etika kepada wisatawan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

“Kami harapkan pelatihan ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi keberlangsungan usaha masyarakat lokal,” kata Agung Aryawati, perwakilan dari hotel yang berada di bawah naungan BUMN InJourney itu.

Sementara itu, Ketua KUD Yasa Segara Bengiat I Wayan Sudarya mengaku pelatihan itu memberikan manfaat dan peningkatan pengetahuan serta keterampilan dalam melayani wisatawan.

“Ilmu ini dapat langsung diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, sekaligus mendorong keberlanjutan usaha kami,” ucapnya.

Sebagai gambaran, geliat pariwisata di area wisata premium itu pada 2025 tumbuh positif.
Adapun tingkat kunjungan wisatawan meningkat 18,5 persen dari 3,2 juta pada 2024 menjadi 3,8 juta pada 2025.

Begitu juga tingkat okupansi perhotelan di kawasan itu hampir 77 persen rata-rata selama 2025.

Total saat ini di kawasan pariwisata seluas 350 hektare itu memiliki sekitar 5.500 unit kamar tersebar di 22 hotel dan vila mewah.

- Bottom Ads -