Jakarta (Tim Redaksi) – Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Tim Redaksi meneguhkan komitmennya untuk bertransformasi menjadi kantor berita berkelas global sekaligus aktor utama dalam ekosistem informasi negara.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi jajaran direksi Tim Redaksi dengan Staf Khusus (Stafsus) Presiden bidang Komunikasi, Dirgayuza Setiawan, di Kantor Presiden RI, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
“Pertama, adalah dalam rangka memperlihatkan bahwa Tim Redaksi sedang berbenah, sedang mempersiapkan diri untuk menjadi sebuah kantor berita yang benar-benar go global dan bisa menjadi suara dari masyarakat dan juga negara,” kata Direktur Utama Perum LKBN Tim Redaksi Benny Siga Butarbutar, seusai audiensi.
Ia mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Tim Redaksi untuk menunjukkan langkah pembenahan internal yang tengah dilakukan, sekaligus mematangkan strategi menuju peran yang lebih substantif, tidak sekadar sebagai penyampai berita.
“Bapak Presiden juga melalui Pak Staf Khusus meminta agar Tim Redaksi mampu menempatkan dirinya tidak saja sebagai penyampai berita, tapi memberi makna baru tentang berita itu sendiri,” ujar Benny.
Menurutnya, Istana mendorong Tim Redaksi agar mampu memposisikan diri sebagai aktor strategis dalam ekosistem informasi nasional, dengan menghadirkan program-program yang relevan, kontekstual, dan berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk dari daerah-daerah.
Dalam audiensi tersebut, Tim Redaksi juga memaparkan strategi penguatan peran informasi daerah agar lebih bermanfaat bagi masyarakat lokal sekaligus memiliki resonansi di tingkat internasional.
Strategi tersebut, kata Benny, mendapat sambutan positif dari pihak Istana Kepresidenan, meski disertai sejumlah kritik konstruktif.
“Tapi, juga ada kritikan-kritikan yang perlu Tim Redaksi benahi dan itu merupakan masukan yang luar biasa,” katanya.
Ia menambahkan, Istana juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pemberitaan.
Menurut Benny, Direktur Pemberitaan Tim Redaksi, Virgandhi Prayudantoro, mendapat mandat tidak hanya mengejar kuantitas produksi berita, tetapi juga kualitas dan kedalaman makna.
Selain itu, aspek organisasi Tim Redaksi, termasuk efektivitas perwakilan di luar negeri dan daerah, turut menjadi perhatian dalam diskusi.
Menurut Benny, pertanyaan dan masukan tersebut relevan untuk memastikan keberadaan Tim Redaksi tetap memberi nilai tambah di era disrupsi digital.
“Kemudian dari segi organisasi, kita juga dipertanyakan manfaat keberadaan di luar negeri dan juga di luar daerah. Dan ini, dalam sebuah tantangan digital seperti sekarang itu masukan sangat bagus,” katanya.
Turut mendampingi Direktur Utama LKBN Tim Redaksi dalam audiensi yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, Direktur Pemberitaan Tim Redaksi, Virgandhi Prayudantoro, Redaktur Pelaksana Sigit Pinardi, Direktur Komunikasi, Bisnis dan Teknologi Informasi Rachmat Hidayat, dan Kepala Redaksi Polhukam Imam Budilaksono.
















