Tabanan – Rangkaian perayaan HUT ke-532 Kota Singasana tahun ini diwarnai dengan aksi besar-besaran Grebeg Sampah yang digelar serentak di 10 kecamatan, Jumat (14/11). Kegiatan yang mengusung semangat “Mula Jayaning Singasana” ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendorong kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Sebanyak 6.532 peserta turun langsung membersihkan wilayah masing-masing. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, pegawai Pemkab Tabanan, Forkopimcam, kelompok pemuda, komunitas lingkungan, organisasi wanita, para pedagang pasar, hingga siswa SD, SMP, dan SMA/SMK. Sekda Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, turut hadir dan memimpin jalannya kegiatan dengan menyampaikan arahan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.
Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa Grebeg Sampah bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud komitmen bersama untuk menjaga kebersihan dan meningkatkan kualitas hidup. Ia menekankan bahwa perayaan HUT Kota Singasana harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif, terutama dalam merawat ruang publik seperti pasar, jalan utama, dan area permukiman. Peserta tampak antusias melakukan pembersihan pasar, memilah sampah organik dan anorganik, serta mengumpulkan berbagai jenis limbah.
Melalui aksi ini, Pemkab Tabanan berharap nilai “Mula Jayaning Singasana” yang bermakna awal kejayaan kota benar-benar tumbuh menjadi gerakan berkelanjutan. Peringatan HUT Kota Singasana tidak hanya diisi dengan kemeriahan, tetapi juga kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah mendorong agar Grebeg Sampah dapat menjadi tradisi positif yang terus dilanjutkan dan diperluas ke seluruh wilayah Tabanan, sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua.

















