Top Ads



Jakarta (Redaksi) – Kementerian Pariwisata mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata di Pulau Bali dapat mengantisipasi sebaik mungkin potensi bencana khususnya karena cuaca ekstrem.

“Kementerian Pariwisata mengimbau agar seluruh pengelola destinasi wisata dapat mengantisipasi sebaik mungkin indikasi-indikasi potensi bencana, khususnya karena cuaca ekstrem, melalui langkah penilaian risiko yang terukur,” kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, saat dihubungi Redaksi di Jakarta, Jumat.

- Inline Ads -

Hariyanto menekankan penilaian risiko atau risk assesment merupakan langkah fundamental untuk mengidentifikasi berbagai potensi bahaya dan menyusun langkah-langkah mitigasi yang tepat.

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan yakni komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk secara aktif melaksanakan mitigasi tersebut. Dalam pelaksanaannya, destinasi dapat berkolaborasi dengan pihak Kepolisian, BNPB, maupun lembaga-lembaga kompeten lainnya.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah, ia menyebut Kementerian Pariwisata juga akan menerbitkan Petunjuk Teknis (juknis) Implementasi Manajemen Risiko untuk Destinasi Pariwisata.

Juknis tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dan akan memandu pengelola destinasi dalam melakukan seluruh proses manajemen risiko, dimulai dari tahap penilaian risiko seperti mengidentifikasi potensi bahaya dan menganalisis dampaknya hingga merumuskan langkah-langkah mitigasi dan kegiatan pendukung yang diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons.

Hal lain yang Hariyanto sampaikan yakni Kementerian Pariwisata mengapresiasi gerak cepat dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota melalui Gubernur Bali bersama jajaran pemerintah daerah dalam melakukan upaya mitigasi tanggap darurat banjir ini.

“Saat ini semua pelayanan dan operasional terpadu terkait Banjir dilaksanakan satu pintu melalui BPBD provinsi Bali,” ucap dia.

Ia juga menekankan Kementerian Pariwisata menaruh atensi tinggi atas peristiwa banjir yang melanda sejumlah daerah di Bali sehingga menelan korban jiwa dan harta benda masyarakat, dan terus memantau perkembangannya setiap saat.

Kementerian Pariwisata turut berkoordinasi dengan para pihak terkait upaya keamanan maupun kenyamanan seluruh wisatawan yang datang tetap terjamin.

Baca juga: BNPB: Penanganan banjir di Bali masuk tahap rehabilitasi

Baca juga: Pemkab Gianyar Bali tetapkan status tanggap darurat cuaca ekstrem

Baca juga: Pemerintah bahas rehab rumah korban banjir Bali bukan pemilik tanah

Baca juga: Pemkab Jembrana normalisasi sungai antisipasi banjir susulan

Baca juga: Mensos salurkan logistik & santunan Rp2 miliar buat korban banjir Bali

- Bottom Ads -