Jakarta (Tim Redaksi) – Dokter spesialis anak konsultan respirologi dari Universitas Indonesia dr. Darmawan Budi Setyanto Sp.A (K) mengatakan merokok di dekat anak dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ dalam tubuh anak, tidak hanya pada sistem saluran pernapasan namun sampai pada kerusakan sistem saraf.
“Bahayanya bukan cuma kena ke sistem respiratori, sistem pernapasan, dari ujung rambut sampai ujung kaki itu kena bahayanya, Ya jadi sistem saraf otak itu kena, terus jantung kena, pencernaan kena, dan efeknya itu tidak usah nunggu sampai dewasa nanti,” kata Darmawan ketika di hubungi Tim Redaksi, Rabu.
Ia mengatakan anak yang berada di lingkungan perokok bisa menjadi second hand smoker atau orang yang terpapar asap rokok langsung, dan third hand smoker atau menghirup residu dari asap rokok yang menempel di dinding, baju, tempat duduk dan tempat tinggal anak.
Ia mengatakan anak-anak yang terpajan asap rokok akan berefek pada prestasinya di sekolah, mengganggu kecerdasan dan menyebabkan gangguan perilaku seperti ADHD atau jadi hiperaktif, kemudian merusak sistem saluran napas dan membuat anak-anak lebih mudah terkena ISPA.
Darmawan juga mengatakan pada saat anak beranjak dewasa, pajanan rokok sejak kecil juga akan berpotensi menjadi penyakit paru kronik, penyakit jantung, yang makin lama akan semakin berat jika dia terpajan terus.
















