Tabanan – Sabtu, 8 Februari 2025 Yayasan Bhakti Yoga Dharma menggelar upacara penglukatan banyu pinaruh di Pantai Abian Kapas, Desa Beraban, Selemadeg Timur, Tabanan. Acara ini merupakan tradisi spiritual yang dilaksanakan untuk menyucikan diri serta mendekatkan diri kepada Tuhan dan alam, sehari setelah Hari Suci Saraswati.
Penglukatan banyu pinaruh adalah ritual yang sudah lama dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali. Tujuannya adalah untuk membersihkan diri dari segala hal negatif dan mendapatkan berkah, agar kehidupan menjadi lebih harmonis. Upacara ini dihadiri oleh banyak warga sekitar, anggota yayasan, dan masyarakat umum yang ikut berpartisipasi dalam prosesi yang penuh makna ini.

Uniknya, upacara penglukatan kali ini dipimpin oleh tiga pandita yang sangat dihormati, yaitu:
– Ida Pandita Mpu Nabe Dwi Kusuma Nanda dari Griya Uma Sari,
- – Ida Pandita Mpu Nabe Kania Darma Daksa dari Griya Teguh Wana, dan
- – Ida Rsi Agung Wita Dharma dari Griya Tegal Mengkeb.
Ketiganya memimpin jalannya prosesi dengan penuh khidmat, dimulai dengan doa bersama yang penuh penghayatan. Selanjutnya, para peserta melakukan penglukatan atau penyucian diri dengan air laut yang diyakini memiliki energi positif untuk membersihkan pikiran dan batin.
Pantai Abian Kapas, yang dikenal dengan keindahan alamnya, dipilih sebagai tempat pelaksanaan upacara ini karena memiliki kedalaman spiritual bagi masyarakat Bali. Selain itu, lokasi ini juga memberikan suasana yang tenang dan damai untuk melaksanakan upacara yang sarat makna ini.
Melalui upacara ini, Yayasan Bhakti Yoga Dharma berharap bisa mempererat hubungan antar sesama umat Hindu, sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali. Kegiatan ini juga menjadi momen penting bagi peserta untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, membersihkan diri, dan menciptakan kehidupan yang lebih seimbang dan penuh berkah.

Semoga acara ini membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar dan semakin memperkuat ikatan spiritual antara manusia dengan alam.
















