Tabanan PR – Dalam mewujudkan pembangunan yang seimbang sekala dan niskala menuju masyarakat yang Aman, Unggul dan Madani, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, selalu menyempatkan diri turun ke lapangan menghadiri undangan masyarakat. Meskipun dalam kondisi kurang sehat akibat terlalu banyak melakukan aktivitas, dan cuaca yang sedikit gerimis, tidak menyurutkan niatnya bertemu dengan masyarakat.
Seperti halnya saat menghadiri upacara Melaspas, Mupuk Pedagingan, Ngenteg Linggih dan Wraspati Kalpa di Pura Pasek Gelgel Akah yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa Adat Riang Ancut, Kecamatan Penebel, Tabanan, Selasa, (12/7). Hal ini dilakukan agar apa yang menjadi visi misi Pemkab Tabanan segera terwujud dan bisa dirasakan secara langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Padahal tadi malam, titiang sudah diingatkan oleh dokter karena tiang dalam kondisi kurang sehat. Demi semeton tiang labrak anjuran dari dokter yang menyarankan untuk istirahat, karena saya sangat komitmen ada di tengah-tengah masyarakat dalam rangka bersama-sama masyarakat mewujudkan pembangunan di Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya dalam sambutannya usai melakukan persembahyangan di Pura setempat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya mengajak beberapa jajaran Pemkab, diantaranya, Sekda, Asisten I, Pokli dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Nampak juga Camat Penebel dan unsur Muspika Kecamatan Penebel, Perbekel, Bendesa Adat dan masyarakat setempat dalam upacara Dewa Yadnya yang puncaknya akan dilaksanakan pada rahina Buda Kliwon Wuku Pahang, Rabu, 13 Juli 2022 mendatang.
Lebih lanjut, Sanjaya mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat yang selalu komitmen bersinergi dengan Pemkab mewujudkan pembangunan. Karena Sanjaya sangat menyadari, pemerintah tidak akan mampu mewujudkan pembangunan apapun tanpa peran serta dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
“Bagaimanapun Tabanan itu, baik buruknya Tabanan, jele melah gumi grlah, jele melah nyama gelah. Walaupun dulu dibilang jalan terjelek di Bali, apalagi di Riang, tapi sekarang secara perlahan kita telah mewujudkan jalan yang bagus di berbagai tempat,” jelas Sanjaya sembark menegaskan bahwa segala sesuatu tidak semudah membalikan tangan. Apapun bentuknya memerlukan proses dan tahapan, begitupun juga dengan membangun.
Untuk itu, Sanjaya berharap kepada masyarakat agar tetap sabar dan tenang dan selalu kompak bersatu mendukung pemerintah, sehingga mampu mewujudkan program-program yang tercantum dalam visi misi Pemkab Tabanan. Karena Sanjaya sangat meyakini, bahwa kekompakan dan semangat persatuan yang tinggi dari masyarakat merupakan salah satu kunci sukses dalam mewujudkan pembangunan.
“Harapan titiang kepada seluruh semeton Panti, Pasek Gelgel Akah, tetap dijaga rasa kebersamaan dan persatuan ini. Karena mempertahankan kebersamaan dan persatuan ini sangat susah. Niscaya kalau didalam sudah kuat bersatu, gotong-royong seperti saat ini, apapun hambatan bisa kita lalui dengan rasa kebersamaan,” pungkas Sanjaya disambut tepuk tangan oleh seluruh hadirin.
Disamping itu, sebagai umat Hindu, Sanjaya menghimbau kepada masyarakat agar tidak pernah lupa dengan kawitan. Maka dari itu, Sanjaya berharap agar seluruh elemen masyarakat selalu menjaga apa yang yang menjadi warisan leluhur secara sekala dan niskala, sehingga apa yang menjadi harapan bersama mendapat restu dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa.
Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia Upacara I Made Sutarja, mengatakan, Karya ini digelar usai melakukan pembangunan di Pura setempat yang menghabiskan dana kurang lebih sebesar Rp. 400 Juta yang merupakan gotong-royong dari krama. Dan sejauh ini peran pemerintah dikatakannya sangat membantu pihaknya. Untuk itu, mewakili seluruh krama, Sutarja mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan dukungan Bupati beserta jajaran. @prokopimtabanan,-
(Release Pemkab Tabanan)
















