Top Ads



Jakarta (Tim Redaksi) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan pada September 2026 tumbuh sebesar 13,26 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp9.245,1 triliun, ditopang oleh kredit investasi dan kredit korporasi.

Kredit investasi dan kredit korporasi masing-masing tumbuh sebesar 23,20 persen dan 21,31 persen. Sedangkan kredit modal kerja dan konsumsi masing-masing tumbuh 11,89 persen dan 4,86 persen.

- Inline Ads -

“Kinerja intermediasi perbankan tetap kontributif dengan profil risiko yang terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan tekanan geopolitik,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 2,07 persen dan NPL net sebesar 0,82 persen, serta loan at risk (LaR) sebesar 8,50 persen.

Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 8,22 persen (yoy) menjadi Rp10.492,2 triliun. Giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 12,64 persen, 9,08 persen, dan 3,78 persen.

Ketahanan perbankan terjaga kuat tecermin dari tingkat permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) pada September 2026 yang berada di level tinggi yakni sebesar 24,30 persen.

Likuiditas perbankan tetap memadai dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) sebesar 88,11 persen, serta rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 105,73 persen dan 24,08 persen.

Pewarta: Rizka KhaerunnisaEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -