Top Ads



Jakarta (Tim Redaksi) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan posisi stok Indonesia tetap kuat didukung produksi domestik dan cadangan pemerintah yang memadai saat 33 negara di dunia menyiapkan pangan darurat. 

Amran mengatakan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan memicu krisis pangan global, Indonesia patut bersyukur karena kondisi pangan nasional relatif aman.

- Inline Ads -

“Ketika sedikitnya 33 negara mulai mendorong masyarakatnya menyiapkan persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan kebutuhan dasar untuk menghadapi situasi darurat, Indonesia memiliki kekuatan produksi pangan dalam negeri dan cadangan beras yang kuat,” kata Amran dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan kondisi tersebut merupakan hasil kerja keras petani, dukungan pemerintah, serta kebijakan strategis dalam memperkuat produksi dan mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Menurut dia, kemampuan negara memenuhi kebutuhan pangan sendiri menjadi sangat penting di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan, dan gangguan rantai pasok, kondisi pangan Indonesia relatif aman,” ujar dia.

Mentan menjelaskan Indonesia memiliki modal kuat untuk menghadapi ketidakpastian tersebut. Per 26 Oktober 2026, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton.

Selain itu, terdapat sekitar 10 juta ton potensi beras dari standing crop atau tanaman padi yang siap dipanen serta sekitar 10 juta ton stok yang berada di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).

Secara keseluruhan, ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 25 juta ton, sementara kebutuhan beras nasional berada di kisaran 2,5 juta ton per bulan.

Pewarta: Muhammad HariantoEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -