Tabanan – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah, dan jajaran, menghadiri upacara pawiwahan Gede Prabha Adhyatmaja Nataran, A.Md., dan A.A. Ratih Saraswati, S.H., M.Kn., pada Senin (12/10). Upacara berlangsung di Jero Batanbuah, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut menjadi bentuk kedekatan dengan masyarakat sekaligus memberikan doa restu kepada kedua mempelai dalam memulai kehidupan berumah tangga.
Di sela-sela kegiatan, Bupati Sanjaya berpesan agar kedua mempelai senantiasa mengingat jasa orang tua yang telah membesarkan dan mendampingi mereka hingga dewasa. Ia menegaskan bahwa pernikahan dan kehidupan berumah tangga tidak boleh menjadi alasan untuk melupakan orang tua, melainkan harus menjadi momentum memperkuat hubungan dan bakti kepada keluarga.
“Jangan kacang lupa pada kulitnya. Proses orang tua membesarkan anak hingga dewasa merupakan perjuangan panjang. Karena itu, setelah berumah tangga, jangan pernah melupakan orang tua. Tetaplah menjalin hubungan, berbakti, dan hadir ketika mereka membutuhkan,” pesan Bupati Sanjaya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat menempuh hidup baru serta mendoakan agar kedua mempelai senantiasa berbahagia, hidup rukun, dan langgeng. Memasuki Grahasta Asrama, pasangan suami istri diharapkan mampu menjaga keseimbangan hubungan dengan kedua keluarga, tetap berbakti kepada orang tua, serta menghormati leluhur dan warisan keluarga.
Menurutnya, perkawinan tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga mempererat hubungan antarkeluarga dan menjadi bagian dari upaya meneruskan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh generasi terdahulu.
Bupati Sanjaya turut menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur, termasuk sanggah, merajan, dan pelinggih, sebagai bagian dari identitas serta tanggung jawab keluarga dalam tradisi masyarakat Bali. Ia berharap kedua mempelai dapat membangun rumah tangga yang harmonis, menjalankan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat dan adat, serta melanjutkan keturunan sebagai bagian dari keberlangsungan keluarga dan tradisi Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga mengingatkan pentingnya mendukung program KB Krama Bali yang mengusung empat anak sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan generasi dan melestarikan kearifan lokal dalam penamaan anak Bali, khususnya Nyoman untuk anak ketiga dan Ketut untuk anak keempat.
Program tersebut juga selaras dengan program inovatif Kabupaten Tabanan, yakni Semara Ratih. Ia berharap generasi muda memahami bahwa melanjutkan keturunan bukan hanya bagian dari kehidupan berkeluarga, tetapi juga berkaitan dengan upaya menjaga warisan budaya Bali agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
















