Top Ads



Denpasar, Bali (Tim Redaksi) – BUMN PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC menyebutkan peningkatan rata-rata lama menginap wisatawan di kawasan pengelolaan the Nusa Dua di Kabupaten Badung, Bali, mendongkrak belanja di sektor UMKM.

“Wisatawan tinggal lebih lama memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi ekosistem pariwisata,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Ahmad Fajar di Denpasar, Bali, Senin.

- Inline Ads -

Menurut Ahmad, perusahaannya mencatat selama semester I-2026, tingkat okupansi atau hunian kamar perhotelan di kawasan elit itu rata-rata mencapai 70,51 persen dan lama menginap mencapai 2,76 malam.

Capaian itu melampaui rata-rata tingkat okupansi perhotelan di seluruh Bali yang mencapai 64,87 persen pada semester I-2026, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali.

Realisasi itu sejalan dengan tingkat kunjungan wisatawan baik domestik dan mancanegara mencapai hampir 1,8 juta orang atau naik 8,16 persen pada paruh 2026.

Hasil itu, kata dia, masih menjadi kontributor terbesar di antaranya tiga destinasi yang dikelola BUMN itu yaitu Golo Mori di NTT dan Mandalika di NTB.

BPS Bali mencatat belanja wisatawan asing di Bali pada 2025 diperkirakan sekitar Rp2,11 juta per malam, meningkat dibandingkan 2024 mencapai Rp2,05 juta.

Adapun peningkatan nominal belanja tersebut menyesuaikan penguatan nilai tukar dolar AS pada waktu itu dengan kurs yang digunakan untuk mengukur pengeluaran wisatawan mancanegara di Bali adalah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia sebesar Rp15.850 per dolar AS pada 2024.

Sedangkan pada 2025, kurs sudah berubah seiring penguatan dolar AS mencapai Rp16.478.

Rata-rata pengeluaran wisatawan asing per kunjungan di Bali berdasarkan jenis pengeluaran yaitu paling banyak untuk akomodasi, kemudian makan dan minum dan belanja untuk hiburan.

Ahmad optimistis memasuki semester II-2026, tren pertumbuhan akan semakin menguat seiring bergulirnya berbagai agenda strategis di seluruh kawasan.

Berbagai agenda nasional maupun internasional diproyeksikan menjadi katalis peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi, aktivitas bisnis, sekaligus memperkuat dampak ekonomi bagi sektor perhotelan, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan pelaku usaha lokal.

 

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -