Denpasar (Tim Redaksi) – Pemerintah pusat mengucurkan belanja hingga triwulan III-2026 di Bali mencapai Rp7,82 triliun atau tumbuh 20 persen dibandingkan periode sama 2025 sebesar Rp6,52 triliun.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali Supendi di Denpasar, Selasa, menjelaskan kucuran itu baru mencapai 64,11 persen dari total pagu tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp12,2 triliun.
Secara rinci, ia memaparkan alokasi belanja itu disalurkan untuk membayar gaji dan tunjangan kepada 46.810 orang aparatur sipil negara (ASN) Pusat di Bali dengan jumlah yang paling besar yaitu Rp4,26 triliun. Nominal itu naik 16,4 persen dan sudah mencapai 76,3 persen.
ASN Pusat itu mencakup pegawai negeri sipil (PNS), TNI dan Polri, serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Selain itu, juga untuk membayar tunjangan profesi dosen non PNS untuk 3.509 dosen.
Belanja kedua yaitu belanja barang mencapai hampir Rp2,6 triliun atau tumbuh 9,84 persen secara tahunan.
Supendi menjelaskan belanja barang itu untuk mendukung operasional badan layanan umum (BLU), belanja bantuan pemerintah, belanja pemeliharaan jalan dan jembatan.
Pemerintah pusat juga mengucurkan Rp964,2 miliar belanja modal yang naik 100,24 persen secara tahunan.
Belanja modal itu untuk pemeliharaan enam unit bendungan, preservasi jembatan sepanjang total 11 kilometer, pembangunan jembatan sepanjang total 182 kilometer, pembangunan jalan sepanjang 97 kilometer dan pembangunan satu unit sekolah rakyat.
Pemerintah pusat, menurut Supendi, juga mengucurkan belanja bantuan sosial (bansos) mencapai Rp7,23 miliar atau turun hampir 60 persen secara tahunan.
Belanja bansos itu diberikan kepada 480 orang penerima rehabilitasi sosial untuk lanjut usia, penyandang disabilitas, anak, kelompok rentan dan korban penyalahgunaan narkoba dan zat berbahaya serta orang dengan HIV.
Selain belanja pemerintah pusat, Bali juga mendapat dana transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp8,48 triliun hingga triwulan III-2026 atau sudah 84 persen dari pagu sebesar Rp10 triliun. Namun, realisasi TKD itu mengalami kontraksi 8,31 persen jika dibandingkan periode sama 2025.
Secara keseluruhan belanja negara di Bali menembus Rp16,3 triliun hingga 30 September 2026 dari total pagu 2026 sebesar Rp22,2 triliun.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















