Badung, Bali (Redaksi) – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali memperkuat pendidikan vokasi untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang kompeten dan mampu mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian budaya lokal.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda XXXII Poltekpar Bali yang mengukuhkan 638 lulusan dari jenjang magister terapan (S2), sarjana terapan (D4), hingga diploma III (D3) di Amphitheater Watugunung, Kampus Poltekpar Bali, Badung, Kamis.
Direktur Poltekpar Bali Dr Ida Bagus Putu Puja, mengatakan pengembangan pendidikan vokasi diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, berbudaya, serta memiliki orientasi terhadap keberlanjutan industri pariwisata.
“Warisan memberi kita akar, dan keberlanjutan memberi kita arah. Melalui tema ini, para lulusan diharapkan mampu menjadi insan pariwisata yang adaptif, inovatif, berbudaya, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya.
Wisuda tahun ini mengusung tema “Navigating the Future of Tourism: Harmonising Heritage and Sustainability” yang menekankan pentingnya menyelaraskan pelestarian warisan budaya dengan prinsip keberlanjutan dalam menghadapi perkembangan industri pariwisata.
Menurut Puja, penguatan kualitas lulusan didukung penerapan Industry Based Curriculum (IBC) dan Outcome-Based Education (OBE), serta berbagai standar dan sertifikasi, termasuk TedQual, ISO 21001:2018, Times Higher Education (THE), sertifikasi Sabre, dan HACCP.
Poltekpar Bali juga tengah mempersiapkan diri menuju pemeringkatan QS World University Rankings by Subject sebagai bagian dari upaya memperkuat mutu pendidikan dan daya saing institusi di tingkat internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi peran strategis pendidikan vokasi dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu menjawab kebutuhan industri pariwisata.
Ia menegaskan, pembangunan pariwisata tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas, manfaat bagi masyarakat, serta pelestarian warisan budaya bangsa.
“Pembangunan pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi harus tumbuh dengan kualitas, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan menjaga warisan identitas bangsa,” kata Widiyanti.
Menpar juga mengingatkan para lulusan agar terus belajar, berinovasi, dan mampu menciptakan peluang usaha maupun pekerjaan di tengah perubahan industri pariwisata.
“Jangan hanya menjadi pencari peluang, jadilah pencipta peluang. Pariwisata masa depan bukan hanya tentang ke mana kita membawa wisatawan, tetapi tentang warisan seperti apa yang kita tinggalkan setelah mereka pulang,” ujarnya.
Pada acara tersebut, Menteri Pariwisata secara simbolis menyerahkan Sertifikat UI GreenMetric kepada Direktur Poltekpar Bali sebagai pengakuan atas komitmen kampus terhadap pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan.
Dari total 638 lulusan, sebanyak 484 berasal dari Jurusan Hospitaliti dan 154 dari Jurusan Kepariwisataan. Pada jenjang Magister Terapan, sebanyak 34 mahasiswa lulus dari Program Studi Manajemen Kepariwisataan.
Sementara itu, lulusan Sarjana Terapan berasal dari sejumlah program studi, yakni Pengelolaan Perhotelan, Manajemen Akuntansi Hospitaliti, Pengelolaan Konvensi dan Acara, Destinasi Pariwisata, serta Usaha Perjalanan Wisata.
Pada jenjang Diploma III, lulusan berasal dari Program Studi Seni Kuliner, Tata Hidang, dan Divisi Kamar yang membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri hospitaliti.
Poltekpar Bali mencatat 52,3 persen lulusan telah diterima bekerja di industri maupun bidang kepariwisataan, 3,5 persen berwirausaha, sedangkan 31,6 persen lainnya masih dalam proses seleksi pekerjaan.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penyerapan lulusan, sekaligus menunjukkan pentingnya keterhubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri dan perkembangan pasar kerja pariwisata.
Dalam wisuda itu, kampus juga memberikan penghargaan kepada sembilan lulusan terbaik dari berbagai program studi. Putu Diah Ariyanti dari Program Studi Manajemen Kepariwisataan meraih IPK 4,00, sedangkan Natasya Octaviani dari Program Studi Usaha Perjalanan Wisata memperoleh IPK 3,99.
Prosesi wisuda turut diwarnai pertunjukan seni tradisional Bali, antara lain Tari Sekar Jagat, Tari Saraswati, Tari Gayatri, Tari Kayona, dan Tari Hanuman. Penampilan tersebut memperkuat nuansa budaya dalam kegiatan akademik yang menekankan pentingnya pelestarian identitas lokal.
Melalui penguatan pendidikan vokasi, Poltekpar Bali berharap para lulusan mampu berkontribusi dalam membangun industri pariwisata yang berdaya saing, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjaga warisan budaya dan lingkungan secara berkelanjutan.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.
















