Klungkung, Bali (Tim Redaksi) – Kehadiran ambulans laut (Sea Ambulance) milik Nusa Medica Clinic Group diharapkan mempercepat layanan kesehatan bagi masyarakat dan wisatawan di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali hingga Nusa Lembongan, Nusa Tenggara Barat.
Bupati Klungkung I Made Satria saat meresmikan Nusa Medica Sea Ambulance di Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Selasa, mengatakan karakter wilayah Nusa Penida yang terdiri atas Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan berbagai layanan publik, termasuk kesehatan.
“Dengan adanya Sea Ambulance ini akan lebih memantapkan lagi bagaimana layanan kita bisa lebih cepat terhadap kesehatan, khususnya layanan kesehatan di Kecamatan Nusa Penida,” kata Made Satria.
Ia mengatakan selama ini penanganan kondisi darurat kesehatan di Nusa Penida terkendala jarak dan waktu, terutama ketika pasien membutuhkan pelayanan atau tindakan medis khusus yang tidak tersedia di wilayah kepulauan tersebut.
Kondisi serupa juga terjadi ketika kecelakaan atau musibah menimpa wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida.
Karena itu, keberadaan ambulans laut dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan.
Menurut dia, pemerintah daerah sebenarnya telah merancang program serupa, tetapi belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.
Ia berharap layanan ambulans laut dapat bersinergi dengan pemerintah daerah sehingga pelayanan kesehatan di Nusa Penida semakin cepat dan berkualitas.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan kesehatan menjadi penting seiring pesatnya perkembangan pariwisata Nusa Penida. Pelayanan kesehatan yang cepat dan memadai juga menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
Sementara itu, Direktur Operasional PT. Nusa Medica Assistama I Gde Yudha Kurniawan mengatakan layanan tersebut ditujukan bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.
“Tujuan utama Sea Ambulance ini adalah mempercepat proses rujukan pasien dari klinik atau fasilitas medis tingkat pertama menuju rumah sakit rujukan. Layanan ini kami siapkan untuk masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, sehingga sekaligus mendukung dunia pariwisata dari aspek kesiapan pelayanan medis,” kata Yudha.
Menurut dia, keberadaan transportasi medis melalui jalur laut menjadi penting bagi wilayah kepulauan karena proses rujukan pasien membutuhkan mobilitas yang cepat dan tetap memperhatikan kondisi medis selama perjalanan.
Armada tersebut dilengkapi sejumlah perangkat medis untuk menunjang kondisi pasien selama proses evakuasi, antara lain ventilator, patient monitor, oksigen, serta peralatan medis pendukung lainnya.
Proses pemindahan pasien juga didampingi personel medis yang terlatih dan bersertifikat untuk memastikan kebutuhan penanganan medis tetap dapat dilakukan selama perjalanan menuju rumah sakit rujukan.
Untuk wilayah Bali, layanan evakuasi tersebut mencakup sejumlah rute, yakni Nusa Lembongan-Sanur, Nusa Lembongan-Padang Bai, Nusa Penida-Sanur, dan Nusa Penida-Padang Bai.
Jangkauan layanan juga dapat diperluas hingga Gili Air dan Gili Trawangan dengan menyesuaikan kebutuhan rujukan serta kondisi pelayaran.
Dr. Yudha mengatakan sejumlah kondisi yang membutuhkan rujukan melalui transportasi medis laut antara lain trauma kepala, patah tulang, diare dengan dehidrasi, penyakit jantung, serta kondisi medis lain yang memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
Sementara itu, Call Center Manager Nusa Medica Assistama Ridho Ananda mengatakan kesiapan armada evakuasi tidak hanya berkaitan dengan perangkat medis, tetapi juga kemampuan kapal dalam mendukung mobilitas melalui jalur laut.
“Armada ini menggunakan tiga mesin Yamaha dengan total kekuatan 750 PK. Kapal memiliki panjang 11,10 meter, lebar 2,70 meter, dan depth 1,10 meter,” katanya.
Spesifikasi tersebut disiapkan untuk mendukung mobilitas evakuasi medis melalui jalur laut, tentunya dengan tetap memperhatikan kondisi pelayaran dan keselamatan pasien.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Tim Redaksi.
















