Top Ads



Kuta, Bali (Tim Redaksi) – Pemerintah Provinsi Bali menawarkan visi pembangunan berkelanjutan yang berbasis budaya, lingkungan, dan ekonomi kepada para mitra global yaitu pemimpin bisnis internasional dalam US-ASEAN Business Council Executive Briefing 2026.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Daerah Provinsi Bali Luh Ayu Aryani yang hadir mewakili Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara bertajuk Impact of Inovation on Bali’s Economic Development A Showcase of US Companies Initiative di Kuta, Kabupaten Badung, Kamis, menegaskan Bali sedang membangun kemajuan ekonomi tanpa kehilangan jati diri budaya, tanpa merusak lingkungan, dan tanpa mengorbankan kepentingan generasi mendatang.

- Inline Ads -

Menurutnya, pembangunan Bali saat ini berlandaskan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023.

“Kami ingin menunjukkan bahwa adat, tradisi, seni budaya, teknologi, ekonomi, dan lingkungan dapat tumbuh bersama secara harmonis. Modernisasi tidak harus menghilangkan identitas dan kemajuan tidak harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Ayu.

Ia menjelaskan, arah pembangunan Bali diwujudkan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menitikberatkan pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, keberlanjutan lingkungan, dan harmoni kehidupan masyarakat.

Sebagai bagian dari transformasi ekonomi, Pemerintah Provinsi Bali juga telah menyusun Peta Jalan Transformasi Ekonomi Kerthi Bali yang berlandaskan filosofi Sad Kerthi.

Model pembangunan ini tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai sosial, budaya, dan ekologis secara bersamaan.

Ayu menyebut enam sektor unggulan yang menjadi pilar perekonomian Bali, yakni pertanian dalam arti luas, kelautan dan perikanan, industri manufaktur dan industri berbasis budaya, industri kecil menengah serta UMKM dan koperasi, ekonomi kreatif dan digital, serta sektor pariwisata.

Dalam kesempatan tersebut, Ayu Aryani juga mengundang mitra internasional, termasuk perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, untuk berinvestasi di berbagai sektor strategis seperti energi bersih, teknologi hijau, transformasi digital dan kecerdasan buatan, pendidikan, kesehatan, pertanian modern, ekonomi kreatif, serta riset dan inovasi.

Meski membuka peluang investasi yang luas, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan bahwa setiap investasi harus menghormati adat, tradisi, seni budaya, kawasan suci, kelestarian lingkungan, dan prinsip keberlanjutan antar generasi.

“Bagi Bali, pembangunan bukan hanya tentang keuntungan ekonomi hari ini, melainkan tentang warisan yang akan kita tinggalkan bagi generasi seratus tahun mendatang,” katanya.

Ayu menambahkan, Bali memiliki posisi strategis sebagai wajah Indonesia di mata dunia dan sedang diarahkan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang berbasis adat, tradisi, seni budaya, serta kearifan lokal.

Melalui forum tersebut, ia mengajak seluruh mitra internasional untuk membangun kolaborasi yang saling menghormati, saling memperkuat, dan menciptakan nilai bersama guna mewujudkan masa depan yang lebih maju, adil, manusiawi, dan berkelanjutan.

Pewarta: Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © Tim Redaksi 2026

- Bottom Ads -