Top Ads

Tabanan – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas bagi kader posyandu se-Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur. Kegiatan yang membahas penguatan layanan Posyandu Berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) ini digelar di Kurnia Seafood, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Rabu (10/12).

Acara tersebut dihadiri perangkat daerah terkait, Ketua Posyandu kecamatan, dan para kader dari masing-masing wilayah. Penguatan kapasitas ini digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan dasar masyarakat, sekaligus memastikan peran Posyandu tetap relevan dan adaptif terhadap kebutuhan kesehatan dan sosial masyarakat desa.

Program ini juga menindaklanjuti terbitnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu. Regulasi tersebut menegaskan penerapan 6 SPM sebagai fondasi layanan posyandu, meliputi sektor kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta bidang sosial. Dengan dasar itu, Posyandu Berbasis 6 SPM diproyeksikan menjadi ruang partisipasi masyarakat yang mampu menampung aspirasi dan memberikan solusi lintas sektor.

- Inline Ads -

Dalam arahannya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menegaskan bahwa penerapan 6 SPM menempatkan Posyandu bukan hanya sebagai pusat imunisasi dan pemantauan kesehatan fisik, tetapi juga sebagai wadah edukasi yang menguatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan Posyandu sangat erat dengan peningkatan kualitas hidup ibu, bayi, dan balita di tingkat desa.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif kader serta dukungan pemerintah desa dalam menjalankan layanan yang tepat dan cepat. Mengingat Posyandu adalah garda terdepan pelayanan dasar, para kader diharapkan mampu memastikan kebutuhan tumbuh kembang anak serta kesehatan keluarga dapat terlayani dengan baik. “Setiap langkah harus melibatkan kader dan pemerintah desa agar pelayanan berjalan optimal,” ujar Bunda Rai.

Lebih jauh, ia mendorong agar penerapan Posyandu 6 SPM dilakukan di seluruh posyandu tanpa terkecuali. Penambahan lima bidang layanan dinilai tidak menjadi kendala berarti, hanya memerlukan kesiapan kader dan sarana pendukung. Dengan total 832 posyandu dan 4.160 kader di Tabanan, ia optimistis bahwa layanan 6 SPM dapat menjadi pola jemput bola yang efektif menyelesaikan keluhan masyarakat langsung dari titik layanan desa.

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya juga menekankan pentingnya pembinaan berjenjang oleh Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota. Dengan pembinaan yang terstruktur, setiap posyandu dapat memberikan layanan yang terstandar dan berkesinambungan sesuai kebutuhan masyarakat. Ia berharap hasil bimtek ini benar-benar memberi dampak nyata. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat luas dan mampu dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.

- Bottom Ads -